Berita Jogja Hari Ini

Antisipasi Kepadatan Lalin Selama Lebaran, Dishub Kota Yogya Kembali Buka Posko Gumaton

Dishub Kota Yogyakarta bersama instansi terkait bakal kembali menyiagakan posko di kawasan Tugu, Malioboro dan Keraton (Gumaton) selama masa lebaran.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bersama instansi-instansi terkait bakal kembali menyiagakan posko di kawasan Tugu, Malioboro dan Keraton (Gumaton) selama masa lebaran.

Selain itu, penebalan-penebalan di beberapa titik pun bakal ditempuh untuk meminimalisir kepadatan lalu lintas , khususnya di sepanjang kawasan Gumaton.

Kepala Dishub Kota Yogyakarta , Agus Arif Nugroho, mengatakan, pihaknya memang sudah mempunyai pos statis, lewat sistem kendali lalu lintas kendaraan atau Area Traffic Control System (ATCS).

Hanya saja, keberadaan Posko Gumaton tetap dirasa perlu guna memudahkan koordinasi di lapangan, terutama saat menghadapi situasi-situasi yang mendesak.

"Makanya, meskipun sudah ada ATCS sebagai posko statis, kami tetap membuka Posko Gumaton juga, di beberapa titik," ungkap Agus, Rabu (5/4/2023).

Terlebih, pihaknya berpotensi melakukan penebalan di sejumlah simpang jalan yang dirasa perlu dilakukan rekayasa lalu lintas satu waktu.

Baca juga: Dishub Kota Yogyakarta Fokuskan Rekayasa Lalin di Pusat Kota dan Objek Wisata Selama Lebaran 2023

Langkah tersebut juga diterapkannya saat libur panjang Nataru silam, dan terbukti kemacetan di ruas-ruas utama Kota Pelajar pun tak terlalu parah serta cukup terkendali.

"Contohnya, misal kondisi satu simpang terlalu berat. Sehingga, harus kita tutup dulu sampai landai, baru kita lepas. Alhamdulillah, tahun baru kemarin Kota Yogya terbilang lancar, ya," tegas Kadishub.

"Terutama di simpang Tugu, ketika di sana padat, ya, Jetis tutup dulu, kendalikan. Kalau sudah berkurang, baru dilepas. Manajemen lalin akan kita lakukan, tapi detailnya nanti, tunggu dulu, kami masih koordinasi dengan teman-teman kepolisian," imbuhnya. 

Lebih lanjut, ia memaparkan, puncak gelombang pemudik di DI Yogyakarta kemungkinan bakal terjadi 20-21 April 2023.

Ia menilai, meski pemerintah pusat sudah mengajukan masa cuti bersama pada 19 April 2023, hal itu diyakini tidak terlalu berpengaruh terhadap pola mudiknya warga masyarakat.

"Tapi, Kota Yogya memang lebih disapkan untuk H+ (lebaran) sebagai destinasi. Kalau masyarakat yang mudik, kebanyakan ke Gunungkidul, Bantul, Sleman, yang di kota tidak banyak," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved