Inspiring Beauty

Galuh Putri Satyarini, Diajeng Berbakat DIY Cinta Seni Ketoprak

Gelar Diajeng Berbakat DIY 2022 dimaknai Galuh Putri Satyarini sebagai peluang berkontribusi lebih luas kepada masyarakat melalui bakat yang ia miliki

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/IGNATIUS DOMAS
Galuh Putri Satyarini 

MENDAPATKAN gelar Diajeng Berbakat DIY 2022 dimaknai dara cantik Galuh Putri Satyarini sebagai kesempatan berkontribusi lebih luas kepada masyarakat melalui bakat yang selama ini ia miliki.

Galuh, begitu ia akrab disapa, terpilih menjadi Diajeng Berbakat DIY 2022 setelah sebelumnya dinobatkan sebagai Diajeng Bantul 2019. Salah satu alasan kuat Galuh mengikuti pemilihan Diajeng, adalah ingin membuka relasi seluas luasnya sehingga ia bisa mempromosikan seni tradisi lebih masif lagi kepada khalayak.

"Menyenangkan ketika bisa menjembatani seniman tradisi dan dinas terkait, sehingga bisa terus memberikan kemudahan bagi pelaku seni tradisi untuk melakukan pertunjukan sekaligus bisa mengapresiasi usaha-usaha mereka selama ini," kata Galuh.

Galuh selama ini bisa disebut sebagai seorang seniman tradisi. Ia menggeluti seni peran dan tari. Khususnya seni peran, Galuh lebih banyak mendalami seni ketoprak.

Sejak kecil Galuh memang sudah akrab dengan seni pertunjukan, terutama seni Ketoprak. Sang Ibu menjadi sosok utama yang membuat Galuh jatuh cinta dengan seni Ketoprak.

Kebetulan, Ibunda Galuh adalah seniman ketoprak yang sudah dikenal di dunia seni pertunjukkan tanah air, khususnya di Yogyakarta. Galuh banyak belajar dari sang Ibu. Bagaimana mengolah gerakan, suara sehingga peran yang ia bawakan bisa benar benar hidup.

"Aku sampai sekarang memang lebih banyak main ketoprak. Di ketoprak aku mendapatkan pengalaman berproses yang asik. Olah rasa, menambah wawasan soal kebudayaan, dari situ aku merasakan langsung bagaimana aku menjalani hidup ini banyak belajar dari bermain ketoprak," ungkap Galuh.

Menurut Galuh, seni Ketoprak bisa menjadi satu sarana memberi pesan-pesan bermanfaat bagi masyarakat luas melalui cerita-cerita yang ditampilkan. Modifikasi pertunjukan seni Ketoprak, baik dalam cerita hingga tutur bahasa, bagi Galuh bisa diterima sejauh untuk kepentingan edukasi atau hal hal yang positif.

Galuh mencotohkan, pertunjukan ketoprak bisa menampilkan cerita selain dari dunia pewayangan yang disesuaikan kebutuhan pemirsanya. Misalnya saja, mengangkat cerita menyambut Pemilu 2024.

"Ceritanya bisa disesuaikan kebutuhan. Bahasanya pun bisa diselaraskan dengan penonton yang hendak menyaksikan. Bisa jadi memakai bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Aku optimistis melalui pertunjukan ketoprak, usaha literasi dalam banyak hal bisa diwadahi," kata Galuh.
Terkini, Galuh mulai berlatih rutin untuk nantinya tampil di Negeri Sakura, Jepang. Bersama salah satu grup Ketoprak Yogyakarta, Galuh bakal tampil di Kyoto dan Akita, Jepang, pada Mei 2023.

Bikin Pasar Tiban
DARA kelahiran Bantul 23 Juni 1996 ini aktif dalam beberapa kolektif yang fokus pada kegiatan pemberdayaan ekonomi dan sosial. Salah satu aktivitasnya, adalah membuat pasar tiban di kampung halamannya di Sanden Kabupaten Bantul.

Galuh menuturkan, ide membuat pasar tiban yang digelar setiap Minggu Pon dan dinamai Pasar Opo ini didasari keinginan membuat roda ekonomi masyarakat di kampungnya bisa lebih maksimal dan berdaya.

"Kami mulainya sejak 2019 dan sempat berhenti karena pandemi covid dan sekarang sudah mulai lagi. Pasar Opo ini menjadi salah satu caraku dan teman-teman pegiat seni dan budaya merintis aktivitas berkesenian yang bisa sekaligus menghidupi masyarakatnya," ungkap Galuh.

Diakui Galuh, ketika pergerakan di bidang ekonomi masyarakat ini sudah bergulir, memiliki tantangan besar bagaimana keberlanjutannya ke depan. Galuh berharap, keberadaan pasar tiban bisa menjadi alternatif meningkatkan perekonomian masyarakat dan sekaligus turut melestarikan kebudayaan setempat.

"Regenerasi pengelolaan menjadi pekerjaan rumah. Bagaiamana agar gairah ekonomi yang dikelola mandiri oleh warga bisa terus berlanjut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama," kata Galuh. (yud)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved