Berita Otomotif Terkini
Suzuki Katana GX 1993 'Kyai Kanjeng Kartono', Jip Compact Warisan Keluarga
Suzuki Katana GX 1993 diubah tampilannya mendekati Jimny JA71, dengan desain grill yang menyatu dengan lampu kabut bulat.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Suzuki Katana memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia, khususnya di segmen sport utility vehicle (SUV).
Diperkenalkan pertama kali pada tahun 1986, Suzuki Katana awalnya hadir sebagai variasi dari Jimny yang bermain di segmen mobil yang sama.
Bedanya jika Jimny dirakit dengan sistem penggerak 4x4, Katana datang dengan model penggerak 4x2.
Memiliki sejarah yang panjang, Suzuki Katana meninggalkan kenangan bagi para pemiliknya.
Satu di antaranya ialah Afif Hariyawan asal Sleman, DI Yogyakarta, yang kini setia merawat Suzuki Katana GX lansiran 1993 lungsuran dari ayahnya
"Katana GX jadi awalnya bapak tidak beli dari baru, belinya seken sekira awal 2000-an. Mobil ini dibeli orangtua saya ketika merintis usaha," kata Afif kepada Gaspol 52 Tribun Jogja.
"Sempat ditawari Mazda e2000, karena bapak itu mobilitasnya cukup tinggi hingga ke luar kota. Namun karena budgetnya pun mepet, akhirnya cari Katana dengan pertimbangan sparepartnya yang mudah (dicari), mobilnya murah. Kebetulan keluarga mayoritas juga bisa bengkel sendiri, jadi karena Katana ini mesinnya juga simpel, masih bisa dioprek sendiri," tambahnya.
Baca juga: Harga Bekas Mobil Suzuki Ertiga Tahun Rakitan 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020
Saat itu, lanjut Afif, sang bapak tertarik meminang Suzuki Katana berkelir hijau atau hitam.
Akan tetapi diputuskan membeli Suzuki Katana GX berwarna putih yang kurang dilirik di pasaran dengan harga yang relatif lebih murah.
Ya, paradigma warna putih pada mobil memang berubah.
Dulu warna putih dihindari karena beberapa hal yang dianggap kekurangan, misalnya gampang terlihat kotor, berkesan angkutan umum atau mobil jenazah dan lain sebagainya.
"Bapak punya usaha di bidang pertanian, jadi wara-wiri membawa pupuk dsb itu menggunakan Katana GX ini. Seiring perekonomian yang membaik, bapak membeli pick up dan Katana GX ini hanya gunakan untuk keperluan dalam kota," ujar Afif.
Singkat cerita, Suzuki Katana GX ini akhirnya mulai dirawat Afif saat duduk di bangu SMA.
Selain kenangan mendalam dengan mobil yang telah mendatangkan rezeki bagi orangtuanya, Afif mengatakan bahwa ia memang menyukai mobil yang compact serta tidak mencolok digunakan sewaktu masih duduk di bangku sekolah.
Afif pun mengaku tak banyak perubahan yang ia lakukan pada mobil berdimensi mungil miliknya ini.
Sistem pengapian ia ganti dari platina, bagian mesin pun sudah ia overhaul dari gearbox, gardan sudah ia rebuild semua.
Piston mesin pun sudah ia oversize sehingga kompresi kembali normal.
Perubahan lainnya yang dilakukan Afif ialah mengganti velg dengan JA71, velg import Jepang yang ia dapat 2016 silam.
"Setelah velg terbeli, tak langsung dipasang. Saya simpan dulu, wong duitnya belum cukup buat beli ban. Di Indonesia mayoritas menggunakan velg ring 15, sedangkan ini ring 16," ujarnya.
Tampilan depan pun berubah, sebab Afif tertarik mengubah tampilannya mendekati Jimny JA71, dengan desain grill yang menyatu dengan lampu kabut bulat.
Baca juga: Murah! Ini Harga Mobil Bekas Suzuki Swift Desember 2021 Mulai Rp60 Jutaan
Kiai Kanjeng Kartono
Seiring bertambahnya usia, kondisi mobil berusia tua atau keluaran tahun lama cenderung menurun.
Maka wajar bila terjadi masalah pada mobil, hal tersebut pun diakui Afif pada Suzuki Katana GX miliknya.
Namun ada cerita menarik pada Suzuki Katana GX milik Afif, yang selalu bermasalah ketika dibawa keluar kota, terutama ke timur dari DI Yogyakarta.
Hal tersebut tak sekali atau dua kali saja terjadi.
"Ndilalah mobil ini sejak saya rawat, setiap kali dibawa ke luar Jogja kalau ke arah timur pasti ada saja yang rusak. Pernah antar eyang saya ke Klaten, platinanya patah. Antar sepupu ke solo, alternator terbakar. Pernah juga saat akan silaturahmi ke rumah pacar saya ke Solo, mesinnya ngancing karena olinya tidak bersirkulasi dan akhirnya saya towing ke Jogja," cerita Afif.
"Saat KKN di Klaten, tepatnya di Karangdowo, master rem belakangnya bocor," tambahnya.
"Bapak saya lantas menyarankan mobil tersebut dinamai 'Kian Kanjeng Kartono', dan setiap akan digunakan ke luar kota khususnya ke arah timur, harus dicuci terlebih dahulu. Ibaratnya ini kereta kencana yang akan digunakan untuk kirab. Ya memang percaya nggak percaya ya, tapi memang ada cerita demikian ya ini dari perspektif saya," lanjutnya.
Afif pun mengaku tak sedikit tawaran dari orang yang tertarik meminang Suzuki Katana GX miliknya, namun ia menegaskan bahwa mobil ini tak akan ia jual.
"Saya tidak berniat menjual mobil ini, bukan masalah nominalnya tapi soal ceritanya yang tidak bisa hilang. Saya harap anak saya kelak juga bisa menikmati cerita Suzuki Katana GX ini, yang juga menjadi saksi awal perjuangan keluarga," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suzuki-Katana-GX-1993-Kyai-Kanjeng-Kartono-Jip-Compact-Warisan-Keluarga.jpg)