Resensi Buku
Mengenang Sang Revolusioner, Resensi Buku ' Dari Penjara ke Penjara ' Karya Tan Malaka
Tan memilih untuk memberi judul "Dari Penjara ke Penjara" karena tentu hal tersebut tidak lepas dari pergumulan hidup Tan Malaka sendiri.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Tan Malaka, merupakan salah seorang pahlawan Indonesia yang menulis dan menuangkan seluruh perjuangan kemerdekaannya, dalam sebuah buku autobiografi berjudul "Dari Penjara ke Penjara."
Berikut di bawah ini resensi buku tersebut:
Judul Buku : Dari Penjara ke Penjara
Penulis Buku : Tan Malaka
Penerbit : Pustaka Narasi
Jumlah Halaman : 560 halaman
Tanggal Terbit : Agustus tahun 2014
Buku "dari Penjara ke Penjara" ini ditulis oleh Tan Malaka pada tahun 1948 lalu yang dinobatkan oleh majalah Tempo menjadi salah satu buku paling berpengaruh atau buku paling memberikan kontribusi pada gagasan kebangsaan.
Tan memilih untuk memberi judul "Dari Penjara ke Penjara" karena tentu hal tersebut tidak lepas dari pergumulan hidup Tan Malaka sendiri.
Sebagai seorang tokoh revolusioner, Tan Malaka memang kerap berpindah dari penjara satu ke penjara lainnya.
Buku ini mengisahkan tentang sebuah kehidupan seorang Tan Malaka yang begitu dinamis.
Baca juga: Inilah Resensi Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam , Karya Dian Purnomo
Ia hidup berpindah-pindah demi kemerdekaan Indonesia mulai dari Belanda, Rusia, Jerman, Filipina, Singapura, Tiongkok, hingga berakhir kembali ke tanah airnya.
Perjalanan hidup seorang Tan Malaka dinilai cukup sulit untuk dilacak orang.
Namun, hadirnya buku autobiografi "dari Penjara ke Penjara" ini menjadi salah satu dari beberapa sumber yang dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana seluk beluk kehidupan Tan Malaka.

Masa kecil Tan Malaka ia habiskan di daerah Suliki atau saat ini dikenal sebagai Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Buku ini berisi mengenai perjalanan hidup Tan Malaka ketika menjadi pelarian politik, dimana dirinya terus saja berpindah tempat untuk mencari perlindungan dari orang-orang yang mengejar dirinya.
Tidak hanya di Indonesia, Tan Malaka berpindah hingga ke luar negeri dan seringkali keluar masuk penjara.
Dari balik penjara tersebut, sosok Tan Malaka tetap tidak hilang, karena dirinya tetap menjalankan tugasnya untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Dalam bab terakhiran yang ada di buku "Dari Penjara ke Penjara" ini, diceritakan pertemuan Tan Malaka dengan Bung Karno serta Bung Hatta.
Baca juga: Berikut Resensi Novel Judul Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Mereka bertemu di pertambangan Bajah, tempat Tan Malaka bekerja guna memberi semangat kepada romusha agar mampu meningkatkan produktivitas mereka.
Kelebihan dan Kekurangan "Buku Dari Penjara ke Penjara"
Bahasa yang digunakan dalam buku "Dari Penjara ke Penjara" merupakan bahasa lama, sehingga akan sulit dimengerti oleh pembaca awam yang baru pertama kali membaca buku ini.
Secara garis besar, buku ini bagus bagi remaja yang ingin menyelami semangat dari perjuangan Tan Malaka melalui kisah kehidupannya.
Sejarah Tan Malaka perlu kembali diangkat, karena namanya sendiri sempat ditenggelamkan oleh rezim orde baru yang anti dengan pejuang yang memiliki haluan kiri seperti Tan Malaka.
Sebagai sosok yang misterius, buku ini menjadi data yang dapat dipegang kebenarannya, karena ditulis langsung dari tangan Tan Malaka.
Namun sayangnya, sebagai buku yang mendapatkan gelar buku paling berpengaruh menurut majalah Tempo, bahasa yang digunakan Tan cukup sulit untuk dimengerti.
Selebihnya, buku "Dari Penjara ke Penjara" ini tentu layak untuk dipertimbangkan dan masuk ke daftar buku bacaan yang akan kamu baca.
(MG Aulia A Putri)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.