Kalimat Ucapan
25+ Kalimat Gombalan Romantis Berbahasa Jawa Lengkap dengan Artinya
Terdapat banyak kalimat dalam bahasa Jawa yang bisa kamu gunakan untuk mengungkapkan isi hati kepada sang pujaan hati.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Kalimat gombalan seringkali keluar dari orang-orang yang ingin memuji dan menarik perhatin seseorang yang dicintainya.
Kalimat ini bisa membuat siapa saja merasa tersanjung, padahal hanya berupa kata-kata.
Salah satu cara mengungkapkan rasa cinta tidak melulu harus dengan perkataan yang serius.
Hanya dengan kalimag gombalan berbahasa santai, justru bisa membuat seseorang yang kamu cintai terus tersenyum dan merasa terhibur.
Rayuan inipun mampu mengubah suasana menjadi lebih cair dan asyik.
Baca juga: 30 KUMPULAN Balasan Ucapan Cinta Pakai Pantun, Dijamin Bikin Ayang Pengen Uwel-uwel Kamu
Nah, tahukah kamu bahwa ternyata kalimat gombalan bisa diungkapkan dengan berbagai bahasa, bahkan hingga bahasa daerah.
Salah satu diantara bahasa daerah yang biasa digunakan yaitu bahasa Jawa.
Bahasa Jawa ini kebanyakan digunakan oleh orang-orang yang berasal dari wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah dan sebagian Jawa Barat.
Namun, tidak dipungkiri bahwa bahasa Jawa ini ternyata sering dipelajari juga oleh orang-orang dari luar Jawa, karena jenis bahasanya yang unik.
Terdapat banyak kalimat dalam bahasa Jawa yang bisa kamu gunakan untuk mengungkapkan isi hati kepada sang pujaan hati.
Baca juga: 60+ PANTUN Ikan Hiu, I Love You Dua Bait Kocak, Cocok untuk Gombalin Gebetan
Berikut ini beberapa kalimat gombalan berbahasa Jawa lengkap dengan arti bahasa Indonesianya yang sudah dilansir dari beberapa sumber:
1. "Tuku lilin, entuk bonus fanta. Meskipun kowe nyebelin, nanging aku tetap cinta."
(Beli lilin, dapat bonus fanta. Meskipun kamu nyebelin, aku tetap cinta)
2. "Wit gedang cacahe telu, cintaku terhalangan brengose bapakmu"
(Pohon pisang jumlahnya tiga, cintaku terhalang kumis bapakmu)
3. "Mergo nyawang fotomu, dadi nyungsep neng lendutan."
(Gara-gara melihat fotomu, jadi nyunsep di lumpur)
4. "Kaosku suwek kecantol lawang. Gayane cuek, asline sayang."
(Kaosku robek tergores pintu. Bergaya cuek, aslinya sayang)
5. "Tuku semen nang Arab, sing dodol mbah Surip. Nek ra iso dadi konco akrab, yo rapopo nek dadi konco urip."
(Beli semen di Arab, yang jual mbah Surip. Kalau gak bisa jadi teman akrab, tidak apa-apa kalau jadi teman hidup)
6. "Aku pancen lelah, tapi aku janji ora bakal nyerah nggo nyanding sliramu."
(Aku memang lelah, tapi aku janji tidak akan menyerah untuk bersanding denganmu)
7. "Percuma nek pacaran akhire balik kanan bubar jalan. Mending konconan, langkah tegap maju neng pelaminan."
(Percuma kalau pacaran akhirnya balik kanan bubar jalan. Lebih baik berteman, langkah tegap maju ke pelaminan)
8. "Mergo sing gawene ngekeki coklat bakale kalah karo sing ngekeki seperangkat alat sholat."
(Karena yang kerjaannya memberi coklat akan kalah sama yang memberi seperangkat alat sholat)
9. "Dalan lurus akeh jeglongan, menggok sithik nemu tikungan. Yen wis cinta kudu bertahan, ben gak ngrasakke kelangan."
(Jalan lurus banyak berlubang, belok sedikit ada tikungan. Kalau sudah cinta harus bertahan, agar tak merasakan kehilangan)
10. "Tuku buku ning Suroboyo, penak ro aku kok milih wong liyo."
(Beli buku di Surabaya, enak sama aku kok milih sama orang lain)
11. "Obat sing pait wae iso nggawe mari, mosok kowe sing manis iso gawe loro?"
(Obat yang pahit saja bisa bikin sembuh, masa kamu yang manis bisa bikin sakit)
12. "Witing tresno jalaran seko sering dijak dolan rono-rono."
(Cinta tumbuh dari sering diajak jalan kemana-mana)
13. "Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyar."
(Aku tanpamu bagai nasi kucing hilang karetnya, hancur)
14. "Tuku jamu karo nyawang wong ayu. Senajan kowe lemu, tetep muat ning atiku."
(Beli jamu sambil melihat orang cantik. Meskipun kamu gendut, tetap muat dihatiku)
15. "Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo."
(Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa)
16. "Kowe gelem ngajari aku ora? Ngajari ben pantes nggo kowe."
(Kamu mau ngajarin aku tidak? Ngajarin supaya pantas buat kamu)
17. "Aku ora butuh maps utawa GPS nek karo kowe, aku wis yakin kudu neng endi"
(Aku tidak butuh maps atau GPS jika bersamamu, aku sudah yakin harus kemana)
18. "Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, fokus nang awakmu tok liyane ngeblur."
(Cintaku padamu seperti kamera, fokus pada dirimu, yang lain ngeblur)
19. "Neng Prancis tuku buku ngge sinau, kowe sing manis gawe aku ra iso turu."
(Ke Prancis membeli buku untuk belajar, kamu yang manis bikin aku tidak bisa tidur.)
20. "Delok kijing karo ngguyu. Suging enjing bocah ayu."
(Lihat kijing sambil tertawa. Selamat pagi anak cantik)
21. "Bakso marem, baksone lemu-lemu. Atiku tentrem lek karo dirimu"
(Bakso yang paling memuaskan, bakso yang gendut-gendut. Hatiku tentram jika bersama dirimu)
22. "Bio mu kosong, oleh ora tak isi karo jenengku?"
(Bio mu kosong, boleh tidak diisi dengan namaku?)
23. "Godong bayem, digawe jamu. Atiku ayem, nyanding sliramu"
(Daun bayam dibikin jamu. Hatiku tentram bersanding denganmu)
24. "Nek buku jendela ilmu, sliramu jendela atiku."
(Kalau buku itu jendela ilmu, dirimu jendela hatiku)
25. "Yen ono tanwin ketemu ba' kuwi diarani iqlab, yen sliramu ketemu aku insyallah biso ijab."
(Jika ada tanwin bertemu ba' itu namanya iqlab, jika kamu bertemu aku insyaalah bisa ijab)
26. "Mangan getuk marai lemu, senajan ngantuk tak enteni balesanmu."
(Makan getuk bikin gemuk, meskipun ngantuk tetap menunggu balasanmu)
27. "Golek banyu tekan Jerman, ora kudu ayu sing penting nyaman."
(Mencari air sampai Jerman, tidak harus cantik yang penting nyaman)
(MG Aulia A Putri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tanda-jatuh-cinta-baper-php.jpg)