Berita Purworejo

Bakesbangpol Purworejo Ajak Anak Muda Melek Demokrasi

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo ajak anak muda ikut andil dalam mensukseskan pemilihan umum (Pemilu) serentak

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Bakesbangpol Purworejo sosialisasikan pendidikan politik bagi calon pemilih pemula di SMAN 8 Purworejo pada Senin (30/01/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Purworejo ajak anak muda ikut andil dalam mensukseskan pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024 mendatang. 

Terutama bagi anak muda calon pemilih pemula yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sudah menginjak usia 17 tahun.

Oleh karena itu, pihaknya mengiatkan sosialisasi pendidikan pemilu bagi calon pemilih pemula di sekolah-sekolah.

Kali ini, kegiatan serupa digelar di aula pertemuan SMAN 8 Purworejo pada Senin (30/01/2023). 

Baca juga: Siapa Cawapres untuk Capres Anies Baswedan di Pilpres 2024? Ini Sikap Demokrat, PKS dan Nasdem

Ketua Bidang Poldagri dan Ormas Bakesbangpol Kabupaten Purworejo, Muh Jumali, mengatakan, kegiatan sosialisasi pendidikan politik bertujuan untuk menanamkan jiwa demokratis kepada anak-anak muda.

"Sekaligus memberikan pemahaman tentang demokratis berpolitik, agar mereka bisa ikut andil  berpartisipasi dalam mensukseskan pemilu 2024 yang akan datang. Tidak ada yang golput (golongan putih atau tidak memilih)," ucapnya, Senin (30/01/2023).

Dalam kesempatan itu, Jumali turut menghadirkan narasumber dari KPU, Bawaslu, dan Insan Pers Jawa Tengah DPC Kabupaten Purworejo, yang mengisi materi terkait pemilu berkualitas, pengawasan partisipatif, serta menjadi pemilih yang cerdas.

Hal yang ikut menjadi perhatian adalah terkait money politik atau politik uang dan persebaran berita hoaks (palsu) menjelang pesta demokrat 2024.

Ia juga berpesan kepada pemilih pemula untuk jeli memilih calon pemimpin. Jangan sampai tergoda hal tak baik untuk memilih calon pemimpin yang tidak sesuai hati.

"Harapannya melalui kegiatan ini, anak muda bisa menjadi pemilih pemula yang cerdas, tidak termakan berita hoaks dan politik uang. Sehingga, mereka bisa memilih calon pemimpin sesuai hati nurani, tanpa paksaan dari siapapun dan apapun. Nantinya, semoga bisa melahirkan pemimpin yang amanah," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 8 Purworejo, Muhammad Kuntho, berterima kasih kepada Bakesbangpol yang telah menggelar sosialisasi tersebut. 

Ia menilai, kegiatan tersebut sangat bermakna sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan karakter anak dalam berdemokrasi.

Anak dapat lebih melek dan paham politik, sehingga akan berpengaruh dalam kehidupan sehari-harinya. 

"Apalagi, dalam salah satu pembelajaran pancasila ada yang namanya berakhlak mulia. Dan satu wujud akhlak mulia adalah dengan bernegara. Sehingga, sosialisasi itu bisa turut mengantarkan anak-anak untuk menjadi warga yang baik, berakhlak mulia trrhadp negara," katanya.

Baca juga: Pilpres 2024: Partai Nasdem, Demokrat, PKS Segera Deklarasi Koalisi Pendukung Anies Baswedan

Menurutnya, apabila anak-anak mengetahui sekaligus paham hakikat dan tahapan pemilu, serta tahu bagaimana cara menentukan pilihan.

Maka, mereka bisa mengajak dan menularkan pengetahuan politik kepada teman, keluarga, hingga orang sekitar. 

"Saya lihat, anak-anak tadi juga sangat respek. Saya harap kegiatan itu bisa terus berkelanjutan," tandasnya. (drm) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved