PHRI Gunungkidul Nilai Sektor Wisata Belum Sepenuhnya Pulih

Sunyoto optimistis masih ada waktu panjang agar sektor wisata di Gunungkidul bisa kembali normal.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Suasana Pantai Kukup di Tanjungsari, Gunungkidul saat libur Tahun Baru beberapa waktu lalu. Pemkab Gunungkidul menargetkan perolehan PAD wisata 2023 sebesar Rp28,9 miliar, naik dari tahun sebelumnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah pusat beberapa waktu lalu mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Masyarakat pun kini bisa kembali beraktivitas seperti saat sebelum pandemi COVID-19.

Meski begitu, kelonggaran dinilai belum berdampak pada sektor wisata di Gunungkidul.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto.

"Dampaknya pada wisata belum signifikan," katanya, Minggu (29/01/2023).

Anggapan Sunyoto didasarkan pada angka kunjungan pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu.

Sebab jumlah wisatawan ke Gunungkidul tidak sesuai prediksi awal.

Begitu juga saat libur Imlek di awal Januari 2023 ini. Meski masa libur panjang, ia menilai angka kunjungan wisata belum terdongkrak.

"Saat libur Imlek kemarin kenaikannya cuma 10 sampai 20 persen," kata Sunyoto.

Menurutnya, pencabutan PPKM belum sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Sebab perekonomian dinilai belum pulih sehingga berimbas pada sektor wisata.

Namun Sunyoto optimistis masih ada waktu panjang agar sektor wisata di Gunungkidul bisa kembali normal.

Antara lain dengan memanfaatkan libur besar.

"Mungkin baru saar libur Lebaran nanti baru terlihat peningkatannya," jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian justru menilai tingkat kunjungan wisata saat libur Imlek meningkat hingga 44 persen. Terutama jika dibandingkan saat akhir pekan biasa.

Angka kunjungan saat libur Imlek pun berkontribusi cukup besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menargetkkan PAD 2023 sebesar Rp 28,9 miliar.

"Sampai 23 Januari lalu, PAD wisata Gunungkidul sudah mencapai Rp990.806.365,00," kata Arif.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved