Berita Sleman Hari Ini

Pemkab Sleman Dirikan Klaster Kebutuhan LPG Subsidi per Kapanewon 

Secara kontinu, Pemerintah Kabupaten Sleman telah melakukan sidak harga LPG , baik itu melalui Operasi Pasar di pangkalan, distributor dan lainnya.

Tribunjogja.com/Neti Istimewa Rukmana
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa sedang menjelaskan giat antisipasi kelangkaan LPG subsidi saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Sleman, Rabu (25/1/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Bupati Sleman , Danang Maharsa menuturkan persediaan LPG subsidi di wilayahnya berkurang sejak November 2022.

"Itu sesuai dengan realita di lapangan. Karena ada kuota (LPG subsidi) yang terbatas. Bukan langka sih. Masih ada LPG itu, tapi kuotanya berkurang saja," jelasnya saat dijumpai wartawan di sela-sela tugasnya, Rabu (25/1/2023).

Melalui hal itu, pihaknya pun melakukan rapat koordinasi bersama Staf Perekonomian Kabupaten Sleman , Hiswana Migas dan Pertamina untuk memantau ketersediaan LPG di Kabupaten Sleman

"Jangan sampai LPG itu menjadi barang langka dan juga sulit dicari. Kemarin sudah ada kesepakatan dan konsekuen, bahwa di Kabupaten Sleman akan mendapat perhatian khusus," ucap Danang.

Baca juga: Keluh Kesah Penjual Pisang Goreng di Jogja Karena Harga Gas LPG 3 Kilogram Tembus Rp25 Ribu

Apabila persediaan LPG masuk kategori langka, hal itu dikhawatirkan berimbas dengan harga yang mahal. 

"Tapi, berdasarkan laporan di lapangan, dua hari terakhir ini, distribusinya mulai lancar dan ketersediaannya mulai terpenuhi. Terlebih, LPG subsidi pada saat ini menjadi kebutuhan pokok yang harus terpenuhi (bagi masyarakat yang kurang mampu)," papar dia.

Secara kontinu, Pemerintah Kabupaten Sleman telah melakukan sidak harga LPG , baik itu melalui Operasi Pasar di pangkalan, distributor dan lain sebagainya. 

"Karena yang paling penting, saya kira kalau pangkalan itu bisa memenuhi kebutuhan atau stok LPG subsidi, maka distribusi masyarakat akan lancar. Kan sumbernya di pangkalan atau agen," urai Danang.

Kepala Subkoordinator Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Sleman , M. Falak Susanto menyampaikan, kebutuhan LPG subsidi di Kabupaten Sleman pada 2022 tercatat sebanyak 44.846 matriks ton atau setara dengan 14.948.661 tabung seberat tiga kilogram.

Baca juga: Pertamina Pastikan Ketersediaan LPG 3 kg di DI Yogyakarta Aman, Salurkan 155.667 Tabung per Hari

"Tapi, untuk realisasi di lapangan ada penambahan. Bahkan sampai 45.126 matriks ton atau setara dengan 15.420.000 tabung seberat tiga kilogram," terangnya.

Tambahan itu didapatkan dari pengajuan kebutuhan LPG subsidi di Kabupaten Sleman saat perayaan hari-hari besar, baik itu Idulfitri maupun Nataru.

"Tujuannya untuk mengurangi kelangkaan LPG di Kabupaten Sleman ," kata Falak.

Sementara itu, ia belum bisa mengetahui secara pasti kebutuhan LPG subsidi per kapanewon di Kabupaten Sleman .

"Saat ini kami baru diminta oleh bapak Wakil Bupati untuk membuat klaster per kapanewon. Jadi kebutuhan yang ada di tiap-tiap wilayah dapat termonitoring dengan baik," tutup dia.( Tribunjogja.com )
 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved