PSIM Yogyakarta

Nasib Liga 2 Masih Ngambang, Manajemen PSIM Yogyakarta Belum Berencana Kumpulkan Pemain

Wacana kelanjutan Liga 2 itu baru akan diputuskan oleh PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) 16 Februari 2023 mendatang.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Erwan Hendarwanto memimpin sesi latihan PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Manajemen PSIM Yogyakarta memilih untuk menunggu kepastian final terkait kelanjutan Liga 2 2022/2023, sebelum kembali mengumpulkan pemain untuk latihan.

Kebijakan ini diambil lantaran dalam pertemuan pemilik klub Liga 2 bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Selasa (24/1/2023) di Jakarta hanya menghasilkan wacana kompetisi diputar kembali 24 Februari 2023.

Namun, wacana itu baru akan diputuskan oleh PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) 16 Februari 2023 mendatang.

"Terhadap keputusan tersebut PSIM Yogyakarta masih belum berencana untuk mengumpulkan tim kembali, karena tidak ada kepastian," kata CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo.

Bima Sinung mengungkapkan jika keputusan dalam pertemuan tersebut sangat disayangkan.

Pasalnya, setelah rapat selama enam jam tidak terdapat titik temu antara klub-klub Liga 2 dengan PT LIB mengenai kelanjutan Liga 2 musim 2022/2023.

"Amat disayangkan tentunya, karena harapan kami sebenarnya hari ini sudah membawa keputusan yang final, akan tetapi memang tidak terdapat titik temu antara klub-klub dan LIB mengenai berjalannya Liga 2 musim ini," jelas Bima Sinung.

Selanjutnya, Bima Sinung menilai terkait wacana kompetisi Liga 2 yang bakal berakhir pada bulan Juli 2023 tidak ideal.

"Kita mau penyelenggaraan Liga 2 lebih cepat dari wacana hasil rapat hari ini. Ini menurut saya, selain biayanya akan membengkak, akan berbenturan dengan kompetisi musim depan, nggak feasible. Menurut saya, yang harus dieksplore adalah mencari formulasi bagaimana menggelar liga lebih cepat, itu yang tidak dibahas dalam rapat tadi," kata Bima Sinung kepada Tribun Jogja.

Bila wacana melanjutkan Liga 2 itu terealisasi, maka selama penyelenggaraan kompetisi juga bakal ada jeda sekitar dua bulan, karena adanya bulan puasa Ramadhan dan Piala Dunia U-20.

Jeda tersebut diberlakukan lantaran tidak banyak stadion yang dipakai tim Liga 2 memenuhi persyaratan verifikasi, atau tidak bisa menggelar laga malam hari.

"Seharusnya itu tadi, cari stadion yang layak, kita pastikan minta bantuan pihak terkait soal perizinannya. Selain itu apa benar stadion tidak ada yang available? Itu yang jadi pertanyaan saya juga, harus ditelaah lebih jauh. Sudah dieksplor dengan optimal nggak?," sambung Bima.

Untuk itu, Bima menyebut hasil rapat kali ini belum bisa dijadikan pegangan untuk tim mempersiapkan diri.

Pasalnya PT LIB melemparkan keputusan akhir pada PSSI apakah Liga 2 lanjut atau tidak.

Keputusan tersebut akhirnya akan dibahas pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 16 Februari 2023 mendatang.

"Karena libur dua bulan di tengah itu yang membuat lama. Kenapa mulainya harus 24 Februari, itu kalau mulainya sepekan lebih awal saja kemungkinan bisa lebih memungkinkan," tegas Bima.

Eks CEO Sulut United itu ingin PT LIB maupun PSSI benar-benar mencari formulasi yang tepat untuk melanjutkan Liga 2, salah satunya mencari stadion yang bisa dipakai untuk menggelar laga malam hari.

Jika hal tersebut terjadi, pada bulan Puasa mendatang, kompetisi Liga 2 bisa berlanjut dan selesai lebih cepat dari wacana kali ini.
 
"Bukalah opsi itu, pembahasan itu saya lihatnya tidak dibuka. Kesimpulannya tadi tidak bisa dengan formulasi lain, itu terus ditarik kembali. Akhirnya Liga 2 diambangkan kembali, LIB akhirnya lempar ke PSSI untuk keputusannya nanti," tandas Bima. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved