VIDEO Bocah Nyaris Terlindas Bus di Kawasan Borobudur, Ibu Korban Sebut Anaknya dalam Kondisi Sehat

Diakui Erny, pascakejadian tersebut anaknya sudah aktif bermain kembali, meskipun masih ada sedikit trauma.

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Kondisi TKP pascakejadian bocah nyaris terlindas bus di kawasan Borobudur, Magelang, Selasa (24/01/2023) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah nyaris terlindas bus di kawasan Borobudur, Magelang, beredar viral di media sosial beberapa waktu lalu. 

Dalam narasi video tersebut, disebutkan seorang bocah bersama teman-temannya sedang memperebutkan stiker yang dibagikan oleh kondektur bus, sembari meminta membunyikan klakson.

Setelah berebut stiker, seorang bocah malah tersenggol badan bus dan seketika masuk ke dalam kolong bus.

Ibu korban, Erny (33), saat didatangi di rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Borobudur membenarkan bahwa bocah dalam video tersebut adalah anaknya.

Korban sendiri berusia 11 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). 

Diakui Erny, pascakejadian tersebut anaknya sudah aktif bermain kembali, meskipun masih ada sedikit trauma.

"Alhamdulillah anaknya sehat, nggak benar itu kalau kelindas bus. Sudah dibawa ke tukang pijat saja. Anaknya cuma mengeluh badannya sakit, kalau diperiksa luka-luka tidak ada. Sekarang anaknya sudah aktif bermain lagi meskipun masih ada trauma sedikit,"ujarnya.

Ia menambahkan, anaknya juga sudah dibawa ke tukang pijat syaraf untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun ia menyebut memang ada luka-luka ringan, seperti melepuh pada bagian kaki anaknya.

"Disaranin dibawa ke tukang pijat syaraf di daerah Tuk Songo, kata tukang pijatnya cuma kaget aja anaknya. Kalaupun ada luka ringan, itu di bagian  kakinya sedikit melepuh, mungkin kepanasan saat berada di kolong bus. Hari ini anaknya belum mau sekolah, katanya besok saja,"ujarnya.

Dia pun mengaku sempat syok mengetahui kalau di video tersebut adalah anak pertamanya.

Bahkan, dirinya mengaku tak tega melihat video tersebut.

"Kalau kejadian itu saya tidak tahu, karena saya sedang jualan. Sedangkan, dia (anaknya) menginap di rumah Mbahnya karena libur sekolah, kok selesai jualan dikabari keponakan kalau anak saya kesenggol bus. Di situ saya langsung jumpai, ternyata anaknya di rumah kakak saya. Sudah diam tidak mau bicara. Di situ saya tidak banyak tanya dan tidak marahi anaknya, kasihan juga,"tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved