Berita Jogja Hari Ini

Pilah Sampah Organik dan Residu Anorganik, Pemkot Yogya Siagakan 2 Truk di Tiap Depo 

Gerakan zero sampah anorganik mulai dilaksanakan di Kota Yogyakarta sejak 1 Januari 2023 lalu.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Azka Ramadhan
Petugas kebersihan melakukan pemilahan sampah di salah satu depo di Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gerakan zero sampah anorganik mulai dilaksanakan di Kota Yogyakarta sejak 1 Januari 2023 lalu.

Tidak sebatas mendorong kesadaran warga masyarakat untuk memiliah sampahnya, eksekutif pun mengoptimalkan deretan sarana pendukung.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta , Aman Yuriadijaya mengatakan, sejauh ini Pemkot telah menyiagakan dua unit truk sekaligus, di masing-masing depo sampah di wilayahnya.

Dua unit truk tersebut, difungsikan untuk mengangkut sampah organik dan residu anorganik yang nilai keekonomiannya cenderung rendah.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Patok Target 616 Bank Sampah Terbentuk di 2023

"Pemisahan truk sampah organik dan residu ini juga demi memudahkan masyarakat, ya, yang mengangkut sampah ke depo," katanya, Minggu (22/1/2023).

Melalui pemilahan di depo tersebut, diharapkan hasil dari gerakan zero sampah anorganik pun bisa semakin terlihat, yakni penurunan angka pembuangan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.

Saat ini, dirinya mematok target pengurangan 20-30 persen dari sekitar 250 ton volume sampah per hari

"Mudah-mudahan akhir Januari ada penambahan signifikan dari sampah yang dikelola, artinya sampah bisa turun. Targetnya yang dibawa ke Piyungan turun setidaknya 50 sampai 75 ton," ujar Sekda.

Baca juga: Antusiasme Warga Melonjak, Operasional Bank Sampah di Kota Yogyakarta Ditingkatkan

Sementara itu, Kepala DLH Kota Yogyakarta , Sugeng Darmanto menuturkan, upaya pemisahan truk sampah organik, serta residu terus digalakan di depo dan TPS.

Saat ini depo dan TPS yang dapat menampung 2 truk pun sudah dipasang petunjuk bagi warga, yaitu truk khusus residu, maupun truk sampah organik.

"Proses sudah berjalan di TPS yang bisa memuat dua truk atau lebih. Sudah kita tulis kendaraan residu dan organik. Yang sudah itu misalnya TPS di Tompeyan, kemudian di Pengok juga," ungkapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved