Berita Purworejo

Sebanyak 24 Sapi di Purworejo Terpapar Penyakit LSD, Kepala DKPP: Kami Tunggu Droping Vaksin

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, mengatakan, setidaknya ada 24 laporan kasus terkait penyakit

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Dewi Rukmini
Kepala DKPP Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, saat ditemui di kantornya, Jumat (20/01/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Puluhan ekor sapi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dilaporkan positif terkena penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, mengatakan, setidaknya ada 24 laporan kasus terkait penyakit LSD yang telah diterima. Temuan penyakit LSD di Kabupaten Purworejo sendiri terjadi belum lama ini. 

Baca juga: Pertemuan Menhan NATO Gagal Sepakat Kirim Tank Tempur ke Ukraina

"Kasus pertama di Kabupaten Purworejo terjadi di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, ada sekitar 12 sapi yang terjangkit LSD. Kemudian diikuti Kecamatan Banyuurip dan Kemiri dengan totalnya ada 24 kasus," jelas Hadi kepada Tribunjogja.com saat ditemui di ruangannya, Jumat (20/01/2023). 

Saat mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lapangan untuk melakukan penanganan.

Mereka bergerak memberikan obat dengan menyuntikkan vitamin dan antibiotik kepada sapi-sapi yang terinfeksi serta memberikan pakan bernutrisi juga berkualitas. 

Hasilnya, menurut Hadi, sapi-sapi yang terkonfirmasi positif LSD dari Desa Krendetan di Kecamatan Bagelen, Kecamatan Banyuurip, dan Kecamatan Kemiri sudah membaik. 

"Meskipun di Kecamatan Kemiri ada satu pedet (anak sapi) yang meninggal karena daya tahannya lemah. Kemudian muncul lagi kasus di Desa Karangmulyo, Kecamatan Purwodadi dan di Kecamatan Ngombol. Tetapi, sampai saat ini jumlah datanya belum masuk," imbuhnya.

Meskipun demikian, Hadi mengaku telah bergegas melaksanakan tindakan preventif dengan mengirim petugas ke lokasi terkait.

Petugas juga diketahui telah melakukan penyuntikan antibiotik dan vitamin kepada para sapi di desa tersebut. 

Lebih lanjut, Hadi menerangkan, penyakit LSD ditandai dengan munculnya bentol-bentol di kulit sapi mirip cacar.

Bentolan itu mengakibatkan timbul rasa panas dan gatal pada sapi bahkan hingga menghilangkan nafsu makan. 

"Kalau tidak segera ditangani, bentolan itu bisa pecah dan merusak kulit sapi," katanya. 

Ia menyebutkan, penyakit LSD diakibatkan oleh virus yang ditularkan lewat gigitan serangga, semisal nyamuk dan lalat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved