Piala Super Italia
Inter Milan 3-0 AC Milan: Rating Onana, Darmian, Calhanoglu, Dimarco, Lautaro & Dzeko MOTM
Pelatih Inter, Simone Inzaghi hanya bisa memuji bagaimana para pemainnya tampil di lapangan dalam komentarnya setelah pertandingan.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM- Inter Milan mengalahkan rivalnya AC Milan 3-0 untuk memenangkan Piala Super Italia di Stadion Internasional King Fahd pada Kamis (19/1/2023) dini hari WIB.
Tiga gol kemenangan Nerazzurri, julukan Inter Milan, dalam pertandingan tersebut masing-masing dicetak Federico Dimarco pada menit 10 dan Edin Dzeko (21’) dan Lautaro Martinez (77').
Bagi Inter Milan, ini merupakan trofi ketujuh di ajang Piala Super Italia. Inter Milan hanya kalah dari Juventus yang mengemas sembilan gelar Piala Super Italia.
Pelatih Inter, Simone Inzaghi hanya bisa memuji bagaimana para pemainnya tampil di lapangan dalam komentarnya setelah pertandingan.
"Kami benar-benar berpikiran jernih. Kami memainkan pertandingan yang sempurna. Sekarang kami telah mencapai tujuan kedua kami untuk musim ini, setelah mencapai babak enam belas di Liga Champions," ujar Simone Inzaghi.
"Sungguh menyenangkan menyaksikan tim ini bermain," kata Inzaghi tentang penampilan tim Nerazzurri yang mereka tunjukkan saat melawan Milan.
Ditanya apakah dia merasa kemenangan ini bisa menjadi landasan untuk membangun paruh kedua musim yang sukses, Inzaghi menjawab, "Tentu saja, ya, tapi untuk saat ini kami hanya ingin merayakan kemenangan ini."
Ulasan pertandingan
Jalannya laga berlangsung cukup alot, namun Inter mampu lebih dulu membuka keunggulan saat memasuki menit ke-10.
Ialah Federico Dimarco yang menjadi pencetak gol Inter Milan lewat sontekannya, menyambar umpan manis Nicolo Barella ke tiang jauh. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Inter Milan. Pada menit 17, AC Milan nyaris menyamakan kedudukan lewat Rafael Leao.
Namun, tendangan melengkung yang dilesatkan pemain asal Portugal itu masih bisa ditepis kiper Inter Milan, Andre Onana. Berselang empat menit, Nerazzurri malah sukses menggandakan keunggulan mereka menjadi 2-0.
Kali ini, giliran Edin Dzeko yang menjebol gawang AC Milan kawalan Ciprian Tatarusanu, setelah lolos dari penjagaan usai mendapat umpan terobosan dari Alessandro Bastoni. Pada menit 33, Federico Dimarco hampir menorehkan gol keduanya dalam laga ini.
Sayangnya, sepakan bertenaganya yang menyambut bola liar hasil tendangan Nicolo Barella masih bisa diselamatkan Ciprian Tatarusanu. Setelah itu, tempo permainan menurun.
Tim asuhan Stefano Pioli benar-benar kesulitan mengembangkan permainan dan menciptakan peluang yang mengancam pertahanan Inter Milan. Tampak frustrasi, mereka mulai melakukan beberapa percobaan tembakan jarak jauh, tapi usaha yang dilakukan Rafael Leao pada menit 37 masih jauh dari sasaran.
Hingga menit-menit akhir babak pertama, tak ada peluang berarti lagi yang bisa didapatkan kedua tim. Alhasil, Armada Simone Inzaghi masih unggul 2-0 saat turun minum.
Tertinggal dua gol, Rossoneri langsung mengambil inisiatif menyerang begitu babak kedua dimulai. Mereka terus melancarkan tendangan-tendangan jarak jauh lewat Theo Hernandez dan Ismael Bennacer pada menit 46 dan 48, tetapi masih belum tepat sasaran.
Menit 57, AC Milan kembali menebar ancaman lewat sepakan Theo Hernandez. Namun, tendangan kaki kiri bek asal Prancis itu mampu dihalau Andre Onana. Lalu, bola liar yang coba diambil oleh Ismael Bennacer bisa ditangkap kiper berpaspor Kamerun tersebut.
Hingga menit ke-70, Inter Milan lebih banyak bertahan cukup dalam untuk mempertahankan keunggulan mereka. Sementara itu, Brahim Diaz dan kolega terus mencoba mencari peruntungan lewat sepakan-sepakan spekulatif dari jarak jauh yang tak kunjung membuahkan hasil.
Alih-alih mencetak gol, Pasukan Stefano Pioli malah kebobolan lagi pada menit 77. Lautaro Martinez berdiri bebas setelah mendapat umpan lambung dari Milan Skriniar sebelum menggocek Fikayo Tomori dan melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau Tatarusanu. Inter Milan unggul 3-0.
Jelang akhir laga, Nerazzurri terus melambatkan tempo permainan untuk mengamankan keunggulan mereka. Sementara Milan juga kesulitan untuk membongkar pertahanan sang rival demi mendapatkan gol hiburan.
Alhasil, hingga peluit panjang dibunyikan tak ada gol lagi yang tercipta. Nerazzurri sukses menjadi juara Piala Super Italia 2022 dengan kemenangan 3-0 di Derby Milan.
Berikut rating pemain Inter Vs AC Milan dilansir Tribun Jogja dari laman Sempre Inter:
André Onana – 7,5: Melakukan penyelamatan kelas atas di babak pertama dan beberapa penyelamatan bagus lainnya di babak kedua saat Milan menekan Inter.
Milan Skriniar – 7: Mengangkat trofi pertamanya sebagai kapten Inter. Solid, agresif dan dominan menunjukkan kualitas kepemimpinan sesuai.
Francesco Acerbi – 7: Performa yang sangat solid di jantung pertahanan Nerazzurri bekerja sangat baik dengan Onana serta rekan bek tengahnya.
Alessandro Bastoni – 7,5: Yang terbaik dari tiga bek pada malam itu hanya karena dia menambahkan level yang berbeda pada serangan Inter saat.
Matteo Darmian – 8: Pemain yang dapat diandalkan, handal dan berkualitas. Terutama dalam fase defensif. Sekarang telah membuat Leao dan Kvaratskhelia diam dalam waktu 2 minggu.
Henrikh Mkhitaryan – 7: Kontrol dan tekniknya dengan bola di kakinya sangat menyenangkan untuk ditonton. Nyaris tidak melakukan kesalahan dan beberapa kali dia dalam kesulitan menunjukkan kelasnya.
Hakan Calhanoglu – 7,5: Seolah-olah dia tidak pernah melakukan apa pun selain bermain sebagai playmaker lini tengah. Luar biasa dalam fase defensif pada malam hari.
Nicolo Barella – 7: Luar biasa di babak pertama tetapi kehabisan bensin di babak kedua, sama seperti anggota tim lainnya. Masih belum 100 persen fit tapi tidak perlu sebagus ini.
Federico Dimarco – 7,5: Mencetak gol pembuka dengan menyelesaikan pergerakan tim yang indah dibantu oleh Barella.
Edin Dzeko – 9: Performa yang luar biasa, 22 menit yang sempurna dengan mencetak gol ajaib yang membalikkan keadaan Tonali. Mungkin IQ sepakbola tertinggi di Inter ini. MOTM.
Lautaro Martinez – 8: El Toro memberi Tomori mimpi buruk setelah pemain Argentina itu membuatnya terlihat sangat konyol. Kini telah mencetak gol dalam 4 pertandingan berturut-turut untuk Nerazzurri.
Pengganti
Robin Gosens – 6,5: Menggantikan Dimarco pada menit ke-63 dan memainkan permainan yang layak. Masuk saat Inter fokus mempertahankan keunggulan dan melakukannya dengan baik.
Joaquin Correa – 6: Dimasukkan pada menit ke-71 untuk Dzeko dan bekerja keras dalam bertahan.
Roberto Gagliardini – 6: Masuk pada menit ke-71 untuk Barella memberikan stabilitas pertahanan dan melakukan hal itu tanpa keributan atau masalah.
Kristjan Asllani – N/A: Menggantikan Calhanoglu yang cedera pada menit ke-84 dan tidak bermain cukup lama untuk dinilai.
Stefan de Vrij – N/A: Dimasukkan pada menit ke-84 menggantikan Bastoni dan tidak bermain cukup lama untuk bisa dinilai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Inter-Juarai-Piala-Super-Italia-Simone-Inzaghi-SunguhMenyenangkan-Menyaksikan-Tim-Ini-Bermain.jpg)