Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Bisnisnya Anjlok Terdampak Perang, Pengusaha Mebel di Magelang Akan Bangun Usaha Baru dari UGR Tol

Rasa syukur langsung diucapkan Supriyanto (53), warga Dusun Dukuh, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Setelah melihat nilai

TRIBUNJOGJA.COM/Nanda Sagita Ginting
Proses musyawarah penetapan ganti rugi Tol Yogya-Bawen di Desa Tamanagung, Magelang, Senin (16/01/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Rasa syukur langsung diucapkan Supriyanto (53), warga Dusun Dukuh, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Setelah melihat nilai penetapan uang ganti rugi (UGR) dari tanah miliknya yang terkena proyek tol Jogja-Bawen.

Baca juga: Kabar Terbaru Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran

"Alhamdulillah, berterima kasih terutama sama Allah, karena keadaan ekonomi dan usaha lagi sedang tidak bagus. Dapatnya sekitar Rp3,1 miliar dari luasan tanah sekitar 500 meter dari 1.200 meter. Itu mengenai bagian tengah dari tempat usaha saya," ujarnya seusai musyawarah penerapan bentuk ganti rugi di Balai Desa Tamanagung, pada Senin (16/01/2023).

Dirinya mengaku, saat ini dalam kondisi ekonomi yang sempit lantaran usaha Mebel yang digelutinya sedang tidak berjalan baik.

Disebabkan, terjadinya perang antara negara Ukraina dan Rusia.

"Campur bahagia dan campur sedih juga. Karena, usaha itu kalau bagus bisa penuh orangnya. Tetapi kalau sekarang karena terdampak perang Rusia-Ukraina usaha jadi menurun tajam. Itu mebel ekspor ke Eropa, kayu Jati Sulawesi. Usahanya tidak berhenti tetapi menunggu situasi global untuk membaik lagi, karena  permintaan dari pembeli seperti itu," ungkapnya.

Dengan adanya uang ganti rugi tol Yogya-Bawen, memberikan harapan bagi Supriyanto untuk bangkit kembali.

Dia mengaku, uang itu akan digunakan jamnya untuk membangun usaha lain.

Baca juga: Lanal Yogyakarta Kembangkan Tanaman Bawang Merah pada Lahan Pasir di Bantul‎

"Uangnya mau buat usaha yang lain, sudah ada pandangan ke sana. Inipun, sudah cari-cari lahan untuk tempat usaha baru lagi. Rencananya tetap di Magelang,"terangnya.

Meskipun begitu, dirinya tetap merasa sedih karena tanah itu dibangunnya menjadi tempat usaha itu dimulai dari nol.

Hingga, bisa menghasilkan uang.

"Ya sedih bahagia, sedihnya itu harus mencari dan membangun lagi dari awal. Dulunya, tanah itu dibeli satu meter Rp60 ribu, sekitar 15 tahun yg lalu. Langsung dijadikan tempat buat usaha mebel," urainya. (ndg)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved