Berita Kriminal

Kronologi Warga Purworejo Diperas Komplotan Polisi Abal-abal, Dituduh Sewa Kos untuk Prostitusi

Pelakunya adalah Yudho Guswoyo alias Hendro (34), warga Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dia kini mendekam di balik j

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Dok. Humas Polres Purworejo
Jajaran Satreskrim Polres Purworejo berhasil meringkus tiga pemuda yang melakukan pemerasan dengan modus mengaku jadi anggota polisi, Kamis (12/01/2023). 

Tribunjogja.com Purworejo - Berita kriminal kali ini datang dari Kabupaten Kulon Progo.

Pelakunya adalah Yudho Guswoyo alias Hendro (34), warga Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dia kini mendekam di balik jeruji besi.

Dia diamankan karena mengaku-ngaku jadi anggota kepolisian.

Tak sekadar mengaku-ngaku, dia melakukan pemerasan kepada korban, Pandu Sukmawijaya (22), warga Kepatihan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam melancarkan aksinya, ia berkomplotan dengan Cahyo Febriyanto (33), warga Kepatihan, Kecamatan Purworejo, dan Pramudya Hanang Wicaksono (30), warga Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Khusen Martono, mengatakan, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing.

Mereka sepakat bekerjasama untuk memeras korban, mulai dari menyusun skenario, pelaksanaan, hingga pengawasan.

Kejadian malang itu bermula saat korban berniat mencari kost melalui media sosial Facebook.

Kemudian, unggahan korban mendapatkan komentar dari tersangka yang mengaku bernama Robert dan memberikan nomor WhatApps untuk komunikasi lebih lanjut.

Saat korban menghubungi nomer tersebut, tersangka bertemu korban di sebuah toko waralaba di Alun-alun Purworejo.

Di sana korban memberikan uang Rp100 ribu untuk uang muka (DP).

Beberapa waktu kemudian, tersangka kembali menghubungi korban dan mengajak bertemu.

Pada pertemuan kedua itu, tersangka mengancam akan memenjarakan korban atas tuduhan pelanggaran penyewaan kost untuk prostitusi.

"Korban yang ketakutan dengan ancaman itu, kemudian diminta uang sebesar Rp3 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved