Warga Desa Bondowoso Magelang Protes Kerusakan Jalan di Desanya, Ini Kata Kades

Aksi protes warga dilakukan dengan mencoret-coret aspal jalan penghubung antar dusun menggunakan cat berwarna putih. 

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Pengendara motor menghindari lubang yang berada di jalan penghubung Dusun Permitan dengan Dusun Manggoran di Desa Bondowoso, Magelang, Kamis (12/01/2023) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Parahnya kerusakan jalan penghubung Dusun Permitan dengan Dusun Manggoran, di Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang mengundang aksi protes dari warganya. 

Aksi protes tersebut dilakukan dengan mencoret-coret aspal jalan penghubung antar dusun menggunakan cat berwarna putih. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bondowoso, Muh Thoifur Chz mengatakan setiap tahun pihak desa sudah mengusulkan untuk perbaikan jalan ke pihak terkait. Namun, belum ada tindakan.

"Jadi, jalan itu adalah jalan kabupaten. Sehingga desa itu tidak punya kewenangan untuk hal itu. Usulan (perbaikan) sudah dilakukan setiap tahun. saya masuk sini  (menjabat) tahun 2018, dari sebelumnya sudah diusulkan juga. Sudah bertahun-tahun, semua jalur kami tempuh, sampai bosan,"ujarnya saat ditemui di kantornya pada Kamis (12/01/2023).

Ia menambahkan, kerusakan pada ruas jalan yang dipenuhi lubang diperkirakan mencapai panjang 2,2 kilometer.

Kerusakan itu sampai ke perbatasan desa tetangga.

"Itu sampai Dusun Manggoran sampai Desa Donorojo yang bukan wilayah sini. Karena, yang kami usulkan yang bagian wilayah kami saja,"ungkapnya.

Sementara itu, aksi protes warga ini pun sempat viral di lini media massa.

Di mana adanya sebuah postingan yang berisikan spanduk yang mengibaratkan kondisi jalan berlubang sebagai pesona wisata. 

Viralnya postingan tersebut, justru bagi Muh Thoifur sangat membantu untuk menyampaikan apa yang menjadi isi hati para warganya.

"Dengan adanya postingan seperti itu kula malah agak senang jadi biar orang kabupaten do melek. Saya justru senang dengan adanya postingan karena masyarakat sudah punya keberanian untuk menyuarakan isi hatinya. Memang kondisinya jalan parah sekali. Sayangnya, jalan kabupaten  jadi desa tidak punya kewenangan apa-apa,"tuturnya lagi.

Kata dia, sebelumnya pihak desa sempat pernah dijanjikan untuk perbaikan jalan.

Bahkan direncanakan dilakukan pelebaran pada sisi jalan sebesar 1 meter. Akan tetapi, belum ada realisasi akan hal tersebut. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved