Pemkab Kulon Progo Jaga Stabilitas Beras dan Cabai untuk Antisipasi Inflasi
Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana mengatakan, inflasi diwarnai naik dan turunnya harga komoditas pangan seperti cabai dan beras.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga utamanya komoditas pangan terhadap kemungkinan inflasi di 2023.
Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana mengatakan, inflasi diwarnai naik dan turunnya harga komoditas pangan seperti cabai dan beras.
Oleh karenanya, Pemkab Kulon Progo lebih menjaga ketersediaan komoditas pangan. Serta, produksi pertanian agar tidak terganggu cuaca dan lainnya.
Pihaknya sudah menyiapkan sejumlah bibit cabai dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk didistribusikan.
"Kita sudah siapkan sekian ratus ribu bibit cabai dari Kementan yang siap didistribusikan ke daerah sebagai tanaman di halaman," kata Tri, Selasa (10/1/2023).
Menurutnya, perubahan harga cabai kerap terjadi sejak dulu.
Selain cabai, juga terhadap komoditas beras di Kulon Progo.
Pemkab Kulon Progo bakal menggelar operasi pasar jika harga beras mengalami naik dan turun.
"Kalau harga cabai naik, kita tidak akan menggelar operasi pasar berbeda jika harga beras naik. Sehingga saat panen raya, diinstruksikan Bulog supaya secepatnya menyerap hasil pertanian untuk mengisi gudang Bulog," ucapnya.
Tri juga menyebut, lebih dari 35 persen komoditas pangan yang terbuang baik Kulon Progo bahkan nasional.
Mulai dari padi yang rontok tidak terpungut di sawah sampai yang tidak termakan.
Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi menu makanan.
"Jangan terlalu banyak saat mengambil makanan kemudian tidak termakan," ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho, menyampaikan pihaknya memberikan bantuan berupa pupuk organik cair (POC), mulsa dan pupuk NPK bagi petani di lahan pantai seluas 70 hektar pada 2022.
Fasilitasi ini sebagai upaya DPP Kulon Progo dalam menjaga produktivitas pertanian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pj-Bupati-Kulon-Progo-Tri-Saktiyana-Selasa-1012023.jpg)