Puisi
Kumpulan Puisi Tema Cinta Terbaik Karya Penyair Legendaris WS Rendra
Lewat bukunya yang berjudul Puisi-puisi Cinta yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka, W.S. Rendra membukukan 30 judul puisi cintanya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Dalam dunia sastra Indonesia, telah lahir banyak sastrawan terkemuka yang melegenda.
Nama-namanya telah mendunia dan dapat menginspirasi bagi siapa saja yang membaca karyanya.
Salah satunya, ialah WS Rendra.
Baca juga: 5 Puisi Chairil Anwar dengan Metafora Bahasa Alam yang Akan Terus Hidup Hingga Seribu Tahun
Dari banyak literatur yang menjelaskan perihal biografinya, sastrawan Indonesia yang satu ini memang mahir memainkan kata-kata cinta.
Lewat bukunya yang berjudul puisi-puisi Cinta yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka, W.S. Rendra membukukan 30 judul puisi cintanya.
Baca juga: Arti dan Makna Puisi Sajak Sebatang Lisong Karya W.S. Rendra
Berikut beberapa puisi cinta W.S. Rendra yang akan membius siapa saja yang merenunginya.
Telah Satu
Gelisahmu adalah gelisahku.
Berjalanlah kita bergandengan
dalam hidup yang nyata, dan kita cintai.
Lama kita saling bertatap mata
dan makin mengerti
tak lagi bisa dipisahkan.
Engkau adalah peniti
yang telah disematkan.
Aku adalah kapal
yang telah berlabuh dan ditambatkan.
Kita berdua adalah lava
yang tak bisa lagi diuraikan.
Bunga Gugur
Bunga gugur
di atas nyawa yang gugur
gugurlah semua yang bersamanya
Kekasihku.
Bunga gugur
di atas tempatmu terkubur
gugurlah segala hal ikhwal antara kita.
Baiklah kita ikhlaskan saja
tiada janji ‘kan jumpa di sorga
karena di sorga tiada kita ‘kan perlu asmara.
Asmara cuma lahir di bumi
(di mana segala berujung di tanah mati)
ia mengikuti hidup manusia
dan kalau hidup sendiri telah gugur
gugur pula ia bersama sama.
Ada tertinggal sedikit kenangan
tapi semata tiada lebih dari penipuan
atau semacam pencegah bunuh diri.
Mungkin ada pula kesedihan
itu baginya semacam harga atau kehormatan
yang sebentar akan pula berantakan.
Kekasihku.
Gugur, ya, gugur
semua gugur
hidup, asmara, embun di bunga –
yang kita ambil cuma yang berguna.
Kekasih
Kekasihku seperti burung murai.
Suaranya merdu.
Matanya kaca.
Hatinya biru.
Kekasihku seperti burung murai.
Bersarang indah di dalam hati.
Muraiku,
hati kita berdua adalah pelangi selusin warna.
( MG Aulia A Putri )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/WS-Rendra.jpg)