KKB Papua

Pasukan Kopasgat Amankan 12 Bandara di Papua dari Teror KKB

TNI menurunkan 230 anggota Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) di 12 bandara yang selama ini dianggap rawan diganggu oleh KKB Papua.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dok. Pendam Cenderawasih
APEL - Sebanyak 230 personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI dikerahkan untuk mengamankan bandara rawan di Papua. Mereka tiba di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Jayapura, pada Selasa (3/1/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kini tidak bisa lagi dengan mudah meneror atau mengganggu bandara-bandara di pedalaman Papua.

Sebab, TNI menurunkan 230 anggota Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) di 12 bandara yang selama ini dianggap rawan diganggu oleh KKB Papua.

Ke-12 bandara yang dijaga oleh anggota Kopasgat tersebut di antaranya Pos Bandara Ilaga, Pos Bandara Sugapa, Pos Bandara Oksibil, Pos Bandara Wamena, Pos Bandara Moanamani.

Lalu Pos Bandara Nabire, Pos Bandara Mulia, Pos Bandara Tanah Merah, Pos Bandara Merauke, Pos Bandara Jayapura, Pos Bandara Enarotali dan Pos Bandara Timika.

Prajurit dari Kopasgat yang ditugaskan untuk menjaga 12 bandara di Papua ini sudah tiba di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Jayapura, pada Selasa (3/1/2023).

Mereka nantinya akan membantu petugas keamanan setempat untuk mengamankan bandara-bandara di Papua dari gangguan KKB Papua.

"Jumlah personel ada 230, dari satuan Kopasgat (Batalyon Komando) 468 Biak," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman seperti yang dikutip dari TribunPapua.com, Rabu (4/1/2023).

Baca juga: Begini Strategi Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Soal Teror KKB di Papua

Sementara itu, dalam upacara penyambutan Kopasgat, Selasa kemarin, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan bahwa kondisi di Papua masih terjadi gangguan keamanan dan ketertiban oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kondisi tersebut mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan sarana prasarana infrastruktur.

"Hal tersebut sangat memprihatinkan bagi semua pihak karena sangat berdampak negatif bagi stabilitas keamanan, khususnya Papua," kata Saleh Mustafa dalam siaran persnya.

"Menyikapi hal ini, saya berharap kepada Satgas Kopasgat yang akan melaksanakan tugas agar melaksanakan dengan sebaik-baiknya, selalu waspada, pahami tugas pokok dan aplikasikan materi pratugas yang diterima," ujarnya lagi.

Saleh juga berpesan kepada personel Kopasgat untuk menghindari terjadinya kesalahan prosedur maupun pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Saya akui keberadaan Satgas Kopasgat ini sangat menentukan bagi keberlanjutan operasi penegakkan hukum maupun operasi keamanan di Papua."

"Karena sarana transportasi udara yang sangat efektif dan efisien, sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya di daerah pedalaman adalah kalian yang jaga," kata Saleh.

Adapun personel Kopasgat akan disebar mengamankan 12 bandara rawan di Papua, antara lain:

Pos Bandara Ilaga

Pos Bandara Sugapa

Pos Bandara Oksibil

Pos Bandara Wamena

Pos Bandara Moanamani

Pos Bandara Nabire

Pos Bandara Mulia

Pos Bandara Tanah Merah

Pos Bandara Merauke

Pos Bandara Jayapura

Pos Bandara Enarotali

Pos Bandara Timika. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved