PSS Sleman

Ifan Nanda Ceritakan Proses Dirinya Dipindah ke Posisi Gelandang Bertahan di PSS Sleman

Ifan Nanda dipercaya Seto Nurdiyantoro di lini tengah PSS Sleman menggantikan peran Manda Cingi dan Dave Mustaine yang masih mengalami cedera.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
dok.pss sleman
Ifan Nanda 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ifan Nanda punya tugas baru di PSS Sleman, yakni sebagai gelandang jangkar.

Sejatinya pemain asal Kudus, Jawa Tengah itu adalah pemain yang berposisi sebagai bek tengah.

Akan tetapi dalam beberapa pertandingan terakhir putaran pertama BRI Liga 1 2022/2023, pemain dengan postur 181 sentimeter itu dipercaya sang pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro di lini tengah menggantikan peran Manda Cingi dan Dave Mustaine yang masih mengalami cedera.

Di sektor tengah PSS Sleman, Ifan Nanda berduet dengan gelandang asal Lebanon, Jihad Ayoub.

Tanpa diduga gaya bertahan Ifan Nanda sangat baik ketika beroperasi di lini tengah Super Elja.

Penampilan perdananya di lini tengah saat bersua dengan Bali United di Stadion Manahan Solo tanggal 19 Desember 2022 lalu.

Dalam laga itu Ifan tampil impresif selama 90 menit dan membawa Super Elja menang 2-1 atas Bali United.

Pertandingan berikutnya melawan Persija, Ifan Nanda kembali masuk dalam 11 pertama PSS Sleman.

Namun laga itu terpaksa ditunda pada awal babak kedua sebab hujan turun terlalu lebat dan membuat lapangan tergenang air.

Bagi Ifan Nanda, momen itu adalah kesempatannya untuk memberikan kontribusi bagi tim yang telah menjadikannya pemain profesional.

"Saya merasa senang dan kesempatan itu menjadi suatu kebangaan bisa bermain di tim yang saya impikan sejak kecil dan tidak saya sia-siakan kesempatan tersebut dengan bermain baik selama pertandingan," kata Ifan Nanda kepada Tribun Jogja, Selasa (3/1/2023).

Sejak awal diturunkan sebagai gelandang bertahan, Ifan Nanda sempat merasa kaget lantaran posisi tersebut bukanlah posisi aslinya sejak meniti karier sebagai pesepakbola.

Namun ia menyadari suatu hal, kepercayaan pelatih tak boleh disia-siakan, kemudian bisa bermain di posisi lain akan membuat pengetahuan lebih luas, dan kariernya sebagai pesepakbola bakal lebih baik.

"Bermain di posisi yang tidak biasa saya mainkan tentu kaget, dan juga suatu hal yang baru bagi saya. Tapi mau posisi apapun yang diinginkan pelatih, saya akan selalu siap untuk bermain di posisi itu," ungkap dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved