Laris Manis! Warung Sate Klathak di Jogja Ini Habiskan Belasan Kambing Per Hari Selama Libur Nataru

Salah satu warung yang jadi jujugan wisatawan adalah Sate Klathak Pak Jede, yang bertempat di Nologaten, Condongcatur, Sleman.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Para pengunjung tengah menikmati sajian sate klathak di warung Pak Jede, Minggu (1/1/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelombang wisatawan dari berbagai daerah yang membanjiri Yogyakarta selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) benar-benar menjadi berkah bagi para penjaja kuliner khas.

Tidak terkecuali sajian Sate Klathak yang ternyata mampu mengundang rasa penasaran pelancong untuk mencicipinya.

Salah satu warung yang jadi jujugan wisatawan adalah Sate Klathak Pak Jede, yang bertempat di Nologaten, Condongcatur, Sleman.

Tentu saja, hal itu menjadi keunikan tersendiri karena selama ini publik mengetahui sentra Sate Klathak di DI Yogyakarta berada di Jejeran, Wonokromo, Kabupaten Bantul.

Tetapi siapa sangka, meski berlokasi cukup jauh dari sentranya, animo wisatawan untuk mencicipi hidangan Sate Klathak Pak Jede tidak kalah besar.

Bagaimana tidak, warung makan yang letaknya tidak terlalu jauh dari Ambarukmo Plaza tersebut, seakan menjadi alternatif kuliner Sate Klathak di sisi utara Yogya.

"Tidak terpengaruh. Bahkan, pengunjung tidak kalah juga, karena ini bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mencoba Sate Klathak, tapi merasa jauh untuk ke Jejeran," ungkap Manajer Food and Beverage Sate Klathak Pak Jede, Chandra, Minggu (1/1/203).

Benar saja, momentum libur Nataru pun jadi puncak kunjungan di warung Sate Klathak Pak Jede, di mana jumlah makanan yang disajikan per harinya meningkat hingga 50 persen.

Otomatis, pundi-pundi omzet yang didapat pengelola pun melonjak signifikan, layaknya penjaja makanan khas Yogyakarta lainnya.

"Dalam sehari kita biasanya habis 6-7 kambing. Tapi, selama liburan ini, bisa 12, bahkan pernah sampai 16 kemarin. Tamu banyak dari luar kota, ya, sekitar 15 hari terakhir. Puncaknya itu dari 24 Desember 2022, prediksinya sampai 2 Januari 2023," urainya.

Secara spesifik, menu Sate Klathak yang disajikan di warung Pak Jede ini tidak berbeda jauh dibandingkan sajian serupa di sentra Jejeran.

Yakni, sate kambing yang dibumbui dengan bawang putih, kemiri, garam dan dibakar dengan sundukan ruji roda, lalu disajikan dengan kuah gulai yang bercita rasa gurih.

"Tapi, kami sangat selektif dalam memilih kambing. Harus kambing muda, serta beratnya pun di bawah 7 kilogram. Ini sangat berpengaruh, ya, karena kalau di atas itu dagingnya tidak empuk," cetusnya.

Adapun satu porsi Sate Klathak di warung Pak Jede dihargai Rp25 ribu, yang berisi dua tusuk sate ukuran besar, plus kuah gulai dan nasi putih.

Namun, selain Sate Klathak, beberapa menu turunan pun tersedia di sana, mulai dari tongseng, tengkleng, kronyos, kicik, hingga menu kekinian seperti sate hotplate.

"Tapi, yang menjadi favorit selama ini memang sate klathaknya, karena itu yang paling khas, kan, berbeda dengan sate di daerah lain," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved