Bupati Magelang Lantik 36 Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemkab Magelang

Bupati Magelang Zaenal Arifin melantik 36 pejabat fungsional melalui mekanisme penyesuaian jabatan pascapenyetaraan jabatan

Dok.Humas Pemkab Magelang
Bupati Magelang saat melantik para pejabat fungsional di Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (30/12/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bupati Magelang Zaenal Arifin melantik 36 pejabat fungsional melalui mekanisme penyesuaian jabatan pascapenyetaraan jabatan, di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara virtual melalui zoom meeting dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (30/12/2022).

36 pejabat fungsional yang dilantik berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) Kesatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Disdagkop UMKM.

Pelantikan Jabatan Fungsional merupakan amanat dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi Ke Dalam Jabatan Fungsional.

Kemudian surat dari Kementerian Dalam Negeri RI Nomor: 800/2237/0TDA tanggal 28 Maret 2022 perihal tindak lanjut proses Penyederhanaan Birokrasi di Lingkungan Pemerintah Daerah dan Kabupaten/Kota serta Nomor: 800/2237/0TDA tanggal 6 Desember 2022 perihal Persetujuan Penyesuaian Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang.

"Satu regulasi dan dua surat inilah yang menjadi landasan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk melaksanakan pelantikan pada hari ini dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, sekaligus mewujudkan sistem kerja yang lebih cepat dan professional," jelas Bupati Magelang dalam keterangannya, Jumat (30/12/2022).

Ia menyampaikan ada beberapa alasan dan pertimbangan dikembangkannya jabatan fungsional yaitu yang pertama jabatan fungsional merupakan satu jabatan yang bersifat terbuka, yang diperlukan untuk pengembangan organisasi Pemerintah ke depan yang ramping struktur kaya fungsi.

Yang kedua jabatan fungsional diperlukan untuk lebih mengoptimalkan peningkatan kinerja dan profesionalisasi kelembagaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasinya.

"Kemudian yang ketiga, sistem prestasi kerja dalam pembinaan jabatan fungsional lebih menjamin objektivitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan, karena jabatan fungsional didasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu, bersifat mandiri, profesional, serta melalui uji kompetensi pada setiap jenjang jabatan," ungkapnya.

Untuk itu, Zaenal berpesan kepada para pejabat fungsional yang baru saja dilantik agar di tahun baru 2023 yang sudah di depan mata harus di isi dengan perilaku dan sikap kerja yang terpuji, jujur, berintegritas dan berdedikasi. 

"Kita tinggalkan sikap yang tidak baik dan tidak berakhlak, sehingga dapat memberikan karya terbaik seiring dengan semakin beratnya tantangan diberbagai sektor pembangunan dan dinamika yang berkembang saat ini," tuturnya.

Zaenal meminta agar pelantikan ini dijadikan sebagai penghayatan diri hingga menyentuh dalam nurani, dengan begitu akan membentuk pribadi yang sadar akan amanah dan tanggung jawab sehingga tidak ada celah untuk berbuat ingkar terhadap ikrar/Sumpah yang telah diucapkan.

"Saudara-saudara juga harus terus berupaya meningkatkan kapasitas, kapabilitas, kompetensi, dan profesionalisme, serta harus cerdas dalam berpikir, cepat dalam bertindak, dan tuntas dalam bekerja. Jadilah inovator-inovator yang cerdas dan kreatif, bagi peningkatan kualitas, akuntabilitas dan kinerja Pemerintah Kabupaten Magelang," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved