Berita Nasional
Cerita Haru Pemuda Gresik, Hilang 12 Tahun dan Dikabarkan Meninggal, Solechul Akhirnya Pulang
Namun tiba-tiba, pihak keluarga di Gresik mendapatkan informasi soal keberadaan Solechul di akhir 2022 ini.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Sejak 12 tahun silam, seorang pria asal Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, bernama Solechul Hadi meninggalkan rumah dan tidak pernah lagi ada kabar.
Solechul bahkan sempat dikabarkan meninggal dunia. Pihak keluarga pun sudah mengiklaskan kepergiannya.
Namun tiba-tiba, pihak keluarga di Gresik mendapatkan informasi soal keberadaan Solechul di akhir 2022 ini.
Setelah 12 tahun menghilang tanpa kabar, pria yang kini berusia 35 tahun tersebut akhirnya bisa kembali ke keluarganya.
Solechul diantarkan oleh petugas Dinsos Solo ke keluarganya di Desa Roomo setelah sempat dirawat selama 10 tahun.
Asal usul Solechul diketahui setelah pria yang sempat stress tersebut mulai pulih.
Dia mampu mengingat nama, keluarga dan asal daerahnya.
Berbekal informasi tersebut, petugas Dinsos Solo akhirnya berhasil menemukan keluarga Solechul di Gresik.
Baca juga: Empat Perintah Presiden Jokowi Kepada KSAL Laksamana Muhammad Ali, Salah Satunya Tegakkan Kedaulatan
Kronologi
Cerita haru ini berawal pada 2010 silam.
Saat itu Solechul mengalami stres karena tekanan keluarga.
Plt Kepala Desa Roomo, Abdul Jamal Putra menuturkan, Solechul sebenarnya tidak memiliki riwayat gangguan jiwa.
Namun Solechul pernah mendapat tekanan dari keluarga, ia diminta kerja keras demi orang tuanya.
Karena dikekang, dilarang ini itu waktu kedua orangtuanya masih hidup, akhirnya Solechul stress.
Oleh pihak keluarga, Solechul akhirnya dibawa ke sebuah pondok pesantren untuk pengobatan.
Namun dia tidak lama berada di pondok pesantren lantaran memilih kabur.
Anak keenam dari tujuh bersaudara tersebut kemudian pergi ke Surabaya pada 2012 silam.
Di Surabaya, Solechul malah terciduk oleh petugas Satpol PP.
Solechul lantas dibawa ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, karena tidak ada identitas ditemukan.
Karena saat diajak berbicara mirip dengan orang Jawa Tengah, akhirnya Solechul di bawa ke Dinsos Solo.
Solechul dibina Dinsos Solo selama 10 bulan.
Pada bulan Agustus tahun 2022, Solechul dinyatakan sudah sembuh 70 persen dan kemudian perlahan ingat keluarganya.
“Baru ingat keluarganya, baru ingat temannya, baru ingat namanya dan mengaku orang Gresik,"
"Akhirnya dicari informasi di Dinsos Gresik, ada anggota karang taruna kenal, baru ingat semua,” kata Jamal, seperti yang dikutip dari Tribunsolo.com.
Memang butuh kesabaran dari Dinsos, mulai Agustus sampai Desember mencari informasi soal keluarga Solechul.
Pihak Dinsos Solo menghubungi Dinsos Gresik, lalu menghubungi Pemdes Roomo.
Lalu, lanjut Jamal, Dinsos menghubungi pihak keluarga Solechul dan ternyata benar.
Upaya pencarian tersebut hanya melalui komunikasi antar instansi tanpa riwa-riwi dari Solo ke Gresik.
“Kemarin kaget, karena 2010 hilang, 2012 dikabarkan meninggal, kaget semua. Saat lihat video dari Dinsos Solo, semua tahu ini warga Roomo, sempat dikira mati suri,” jelas Jamal.
Saat tiba di Balai Desa Roomo Manyar, Solechul langsung ketemu kakak kandungnya.
Akhirnya ingat semua, tahu dan mengenali lingkungannya.
Solechul sudah ingat kembali.
Diketahui Solechul merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara.
Saat pulang ke rumah, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.
“Mukjizat, karena sempat dikira mati suri, sekarang aktivitasnya mulai diajarin mengaji dan tadi sempat bersih-bersih rumah,” imbuh Jamal. (*)