Berita Klaten Hari Ini
Empat Ekor Sapi di Klaten Positif Terpapar LSD
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai mewaspadai penyebaran virus lumpy skin disease (LSD) yang menyerang
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai mewaspadai penyebaran virus lumpy skin disease (LSD) yang menyerang hewan ternak sapi.
Hingga saat ini, DKPP Klaten mencatat sudah terdapat empat ekor sapi di Klaten yang dinyatakan positif LSD dan belasan lainnya mengalami gejala serupa LSD itu.
"Kemarin sampai tanggal 23 Desember yang sudah kita ujikan, ada empat yang positif LSD," ujar Kepala DKPP Klaten, Widiyanti, saat TribunJogja.com temui di Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Selasa (27/12/2022).
Baca juga: Bupati Magelang Menilai Pengadaan Barang dan Jasa untuk Meningkatkan Pelayanan Publik
Kemudian, beberapa sapi lainnya mengalami gejala atau sakit yang memiliki ciri-ciri mengarah ke LSD sehingga total ada 15 sapi di Klaten yang sedang menjalani pemantauan dari dinas terkait.
"Empat positif dan yang lainnya mengalami tanda-tanda mendekati ke LSD, sehingga totalnya ada 15 sapi dalam pengawasan," ucapnya.
Ia mengatakan, empat sapi yang positif LSD itu sudah dipisahkan dari sapi yang sehat dan empat sapi itu sudah dilakukan pengobatan.
Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat atau para peternak sapi untuk mengenali ciri-ciri LSD dan cara-cara menanganinya.
"Sudah dilakukan pemisahan, sudah dilakukan pengobatan dan kita edukasi masyarakat untuk lakukan biosecurity karena vektor LSD itu kan lalat dan nyamuk," ungkap dia.
Satu-satunya jalan untuk mencegah atau antisipasi agar LSD itu tidak menyebar, lanjut Widiyanti juga dengan melakukan vaksinasi LSD.
Pihaknya, bakal melakukan pencanangan vaksinasi LSD dalam waktu dekat di Desa Cawan, Kecamatan Jatinom dan Desa Malangan Kecamatan Tulung agar virus LSD itu tak berkembang di Klaten.
"Satu-satunya jalan ya vaksinasi juga. Jadi untuk LSD ini tidak bisa dilakukan eradikasi tanpa vaksinasi. Makanya kita edukasi masyarakat agar mereka ikut vaksinasi besok itu," imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Klaten, Triyanto, menambahkan sapi yang ditemukan terjangkit LSD berada tiga desa di Kecamatan Jatinom dan Kecamatan Tulung.
Baca juga: Tebing Longsor Nyaris Kena Tembok Rumah Warga di Pedukuhan Kokap Kulon Progo
"Sebarannya di Desa Cawan, Kemiri dan Malangan. Jadi jumlah yang kena itu sudah diobati dan mulai membaik. Langkah kita biosecurity ditingkatkan," katanya.
Menurutnya, gejala awal sapi yang terkena LSD itu yakni permukaan kulit sapi mengalami bentolan.
Jika sapi sudah mengalami gejala seperti itu perlu dipisahkan serta kandang sapi tersebut disterilkan dengan cairan disinfektan.
"Kurangi semua sampah juga agar lalat tidak menyebar di sekitar kandang. Kalau ada sampah sisa bisa dibakar," tukasnya. (Mur)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kandang-sapi-di-Desa-Pundungan-Kecamatan-Juwiring.jpg)