Doa Ibu
Hadis Tentang Mustajabnya Doa Ibu
Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan meminta doa restu pada Ibu, padahal ibu merupakan seseorang yang tergolong mustajab doanya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan meminta doa restu pada Ibu, padahal ibu merupakan seseorang yang tergolong mustajab doanya.
Seperti hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ "
Artinya: “Ada tiga macam doa yang pasti diterima tanpa ragu lagi, yaitu; doa Orangtua, doa musafir, dan doa dari orang yang teraniaya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Turmudzi).
Kemudian Al Munawi rahimahullah menjelaskan:
( ودعوة الوالد لولده ) لأنه صحيح الشفقة عليه ، كثير الإيثار له على نفسه ، فلما صحت شفقته : استجيبت دعوته ، ولم يذكر الوالدة مع أن آكدية حقها تؤذن بأقربية دعائها إلى الإجابة من الوالد ؛ لأنه معلوم بالأولى
Artinya: “[Doa orang tua kepada anaknya] diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri. Sehingga kita doa disertai rasa sayang yang tulus,mengakibatkan dikabulkan doanya."
Sebab dengan menghargai dan berbakti kepada orang tua serta yakin apa yang kita kehendaki dengan doa dan restu orang tua maka keinginan kita akan mudah terwujud.
Maka seharusnya seorang anak perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta doa sebanyak mungkin baik yang berhubungan dengan dunia atau akhirat.
(MGA/Tika Pratiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bacaan-doa-tahun-baru-islam-1-muharram-1443-hijriyah.jpg)