PSIM Yogyakarta

Manajemen PSIM Yogyakarta Merasa PT LIB dan Federasi Menggantung Nasib Tim Liga 2

Manajemen PSIM Yogyakarta mulai khawatir terkait kepastian kompetisi Liga 2 2022.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi PSIM Yogyakarta
PSIM Yogyakarta nantikan kejelasan terkait kompetisi Liga 2 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Manajemen PSIM Yogyakarta mulai khawatir terkait kepastian kompetisi Liga 2 2022.

Pasalnya sampai saat ini kompetisi sepak bola kasta kedua Indonesia itu diragukan bakal digelar tanggal 15 Desember mendatang.

CEO PSIM Yogyakarta , Bima Sinung Widagdo mengatakan pihak manajemen tim saat ini merasa PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI menggantung nasib tim peserta Liga 2 dengan ketidakpastian.

"Kita merasa diambangkan, sementara Liga 1 sudah jalan, sedangkan Liga 2 ada rencana Desember atau Januari, tapi kita belum dapat kabar resmi, jangan digantungin terus dong kita, segera ada kejelasan," kata Bima Sinung kepada Tribunjogja.com , Selasa (13/12/2022).

Bima menekankan baik kepada PT LIB maupun PSSI segera memberikan kejelasan kepada peserta Liga 2, apakah kompetisi akan dilanjut atau tidak.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Siap Ikuti Apapun Ketetapan PT LIB Terkait Format Lanjutan Liga 2

Hal ini amat penting bagi manajemen untuk membuat keputusan atau kebijakan menentukan arah tim akan dibawa ke mana pada sisa musim kali ini.

"Kalau misal mau berjalan, kapan, terus nanti format dan sistemnya seperti apa, kalau tidak jalan bagaimana juga, jadi kita bisa tentukan planning kita, banyak klub yang sudah menaruh perhatian juga," terangnya.

Pertanggungjawaban manajemen terkait kompetisi tidak hanya akan mencakup pemain, pelatih dan ofisial saja.

Mereka juga akan memberikan laporan pertanggungjawaban kepada pihak sponsor yang menyokong tim dalam satu musim ini.

Bima mengutarakan paling tidak PT LIB maupun PSSI segera menggelar manager/owner meeting untuk memberikan kejelasan terkait nasib Liga 1.

Jika hal ini saja tidak dilakukan, Bima merasa jika tim-tim Liga 2 seperti dianak tirikan.

"Manajer meeting itu pun belum, kita kok seperti kurang diperhatikan, sementara cost terus jalan, klub terus bersiap, pemain terus latihan, pemain juga tidak jelas programnya," jelas Bima.

Selama ketidak pastian ini masih berlanjut, Bima mengatakan setiap klub pasti memiliki beban terus mengeluarkan biaya.

Sedangkan selama tidak adanya kejelasan, klub sama sekali tidak mendapat pemasukan tambahan untuk membayar biaya operasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved