Situasi Ekonomi 2023 Masih Abu-abu, Perhotelan di Jogja Belum Bisa All Out Rekrut Tenaga Kerja

Di samping tingkat okupansi hotel yang berbeda antara satu dengan yang lain, banyak tenaga kerja yang terlanjur alih profesi dan menolak panggilan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
ilustrasi Hotel 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para penyedia jasa perhotelan di Yogyakarta akhirnya bisa bernapas lega dan kembali merekrut tenaga kerja yang sempat diberhentikan akibat terjangan pandemi Covid-19 silam.

Hal itu, seiring dengan membaiknya tren pariwisata yang dewasa ini menunjukkan geliat pemulihan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menandaskan tenaga kerja tambahan mutlak dibutuhkan para pelaku pariwisata setelah kondisi mulai membaik.

Fenomena yang tentu berbanding terbalik dibanding beberapa waktu lalu, ketika Covid-19 memberi pukulan telak.

"Sekarang mulai kami rekrut kembali mereka, tenaga kerja yang sebelumnya sempat dirumahkan atau kena PHK, karena memang butuh. Tapi, belum semua, baru  60 persenan," tandasnya, Jumat (9/13/2022).

Bukan tanpa sebab, di samping tingkat okupansi hotel yang berbeda antara satu dengan yang lain, banyak tenaga kerja yang terlanjur alih profesi dan menolak panggilan.

Namun, pihaknya tak mempermalahakan dan memilih untuk memaksimalkan sumber daya manusia yang ada, meski sangat terbatas.

"Belum semua hotel dan resto menyarap karyawan yang dirumahkan atau PHK, karena kondisinya beda-beda, kan. Terus, ada pekerja yang sudah banting stir wiraswata atau mendapat pekerjaan lainnya, yang menurut dia lebih nyaman," terang Deddy.

Selain itu, ada deretan alasan lain, yang membuat para pengelola hotel kini belum dapat all out merekrut tenaga kerja.

Yakni, tanda tanya terkait perekonomian pada 2023 mendatang, serta kenaikan UMP dan UMK yang dinilai memberatkan pengusaha, terutama di masa pemulihan pasca pandemi corona.

"Kami optimis, tapi kondisi perekonomian 2023 itu dalam kondisi abu-abu. Kemudian beberapa item yang mengalami kenaikan, termasuk UMP dan UMK, tentu membuat kami pusing," cetusnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved