Berita Kriminal Hari Ini

Dimodali Orang Tua Senilai Rp 400 Juta, Tersangka DDS Berbohong Soal Investasi 

Tersangka pembunuhan tiga anggota keluarga tidak hanya berbohong soal status pekerjaannya saja, namun juga investasi.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Tersangka DDS saat dihadirkan. Dalam konferensi pers di Ruang Media Polresta Magelang, Rabu (07/12/2022) 

Lapora Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kebohongan tersangka DDS (22) satu persatu mulai tersingkap.

Pembunuh tiga anggota keluarganya sendiri itu tidak hanya berbohong soal status pekerjaannya saja.

Terbaru, dirinya juga berbohong tentang investasi yang dimodali orang tuanya senilai Rp400 juta.

Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, dari hasil pendalaman penyelidikan uang investasi ini diminta tersangka dengan alasan investasi perluasan lahan parkir bersama temannya di wilayah  Yogyakarta.

"Namun kenyataannya itu tidak sesuai dengan faktanya, sehingga kami dapat menyimpulkan sejumlah uang tersebut digunakan tersangka untuk hal-hal lain, untuk foya-foya. Selain itu,  uang itu  juga untuk membeli zat kimia yang digunakan oleh tersangka untuk melakukan pembunuhan terhadap keluarga terdekatnya, kedua orang tua dan kakak kandungnya," ujarnya di Mapolresta Magelang , pada Rabu (07/12/2022).

Baca juga: Kerap Ditanya Hasil Investasi Diduga Jadi Pemicu DDS Tega Habisi 3 Anggota Keluarga di Magelang

Tak berhenti di situ, kebohongan-kebohongan lain soal investasi inipun masih berlanjut.

Tersangka juga berpura-pura memberikan uang kepada orang tuanya dengan dalih sebagai keuntungan dari investasi palsu yang dikerjakannya sejak tahun 2021. 

"Setelah kami dalami kembali kepada tersangka itu hanya alasan belaka. Yang mana, dari modal Rp400 itu sebanyak Rp120 juta dikembalikan kepada orang tuanya dengan alasan inilah  seakan-akan hasil (keuntungan) investasinya dia. Ternyata itu adalah uang modal  yang diberikan orangtuanya kepada  tersangka, ya itu Rp400 juta tadi," tuturnya.

Ia berujar, uang yang disebutkan  tersangka  sebagai hasil keuntungan itu diberikan kepada orang tuanya secara bertahap.

Uang tersebut mulai diberikan tersangka selama tiga bulan, yakni Januari, Februari, dan Maret 2022.

"Setiap bulannya tersangka ini memberikan kembali sejumlah Rp40 juta. Jadi, selama tiga bulan sejumlah Rp120 juta tersebut sudah dikembalikan kepada orangtuanya. Dan, sisanya, Rp280 juta digunakan tersangka sendiri untuk foya-foya," terangnya.

Lanjut dia, karena seringnya ditanya, ditagih, dan sebagainya, dan tersangka tidak bisa memberikan alasan apapun. 

Baca juga: Detik-detik Tersangka Meracuni Tiga Anggota Keluarga di Magelang Terungkap, Begini Modusnya

Membuat faktor inilah menjadi satu di antara pemicu yang membuat tersangka gelap mata hingga menghabisi nyawa orang terdekatnya, yakni ayah , ibu, dan kakak kandungnya.

"Apalagi mungkin karena juga tersangka  yang biasanya mendapatkan uang jajan dari kedua orangtuanya, karena ortunya juga baru selesai pensiun. Di situlah puncak untuk  tersangka memiliki niat pembunuhan kepada kedua orang tuanya, dan kakak kandungnya,"ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian tetap menyangkakan pasal 340 KUHPidana dengan Juncto 338 yakni tentang pembunuhan berencana  yang mana ancamannya adalah hukuman mati dan penjara seumur hidup. 

"Apapun motifnya apapun keterangan dari tersangka yang jelas kami dari pihak kepolisian, terlebih dari penyidik sudah mengumpulkan beberapa bukti yang akan dijadikan barang bukti. Termasuk juga keterangan daripada para saksi dan keterangan daripada tersangka. Sehingga menguatkan kami untuk dapat membuktikan kejadian tersebut. Di mana, proses penyidikan tetap berjalan, sesuai dengan pasal yang kami sangkakan sebelumnya," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved