Berita Bantul Hari Ini

137 Rumah di Bantul yang Rusak karena Puting Beliung, Rata-rata Kerusakan di Bagian Atap

Setidaknya ada 137 rumah yang mengalami kerusakan dan rata-rata yang terdampak adalah di bagian atap.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Pemkab Bantul
Relawan gotong royong memperbaiki atap rumah yang terdampak angin puting beliung, Rabu (7/12/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pasca diterjang angin puting beliung, masyarakat di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri bersama pemerintah Kabupaten Bantul dan relawan bergotong royong melakukan perbaikan.

Setidaknya ada 137 rumah yang mengalami kerusakan dan rata-rata yang terdampak adalah di bagian atap.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam kunjungannya ke lokasi bencana mengungkapkan bahwa angin puting beliung di Selopamioro terutama menerjang Dusun Kalidadap 1 dan 2 dan Dusun Srunggo 1 dan 2.

“Angin puting beliung menerjang sekitar 137 rumah, di mana rumah-rumah ini mengalami kerusakan terutama pada atap sehingga harus segera dipulihkan. Dan pemulihan ini mendesak karena ini musim hujan. Banyak keluarga yang punya anak dan harus dilindungi, maka harus dipulihkan kondisi atap,” ujarnya.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Selopamioro Bantul, Puluhan Rumah Warga Porak-poranda

Menurutnya, genting-genting yang jatuh dan masih dalam kondisi bagus masih dapat dipergunakan.

Sementara kekurangannya, Pemkab Bantul yang akan memikirkannya bekerjasama dengan banyak pihak.  

“Nanti BPBD dan lurah akan melakukan asesmen dengan cepat, sehingga nanti pemerintah bisa memberikan bantuan kepada rumah-rumah yang mengalami kerusakan. Bantuannya apa, nanti kita bicarakan, apakah barang atau uang,” katanya.

Untuk sementara pihaknya telah  menyiapkan beberapa paket bantuan yang arahnya adalah pemulihan pasca bencana puting beliung ini.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengapresiasi bantuan yang diberikan secara cepat dari relawan termasuk TNI Polri, dalam membantu masyarakat yang terdampak.

“Terimakasih atas bantuan dari relawan dan semua pihak dalam pembersihan dan pemasangan kembali genting-genting yang jatuh,” katanya.

Sementara itu Lurah Selopamioro, Sugeng mengatakan saat ini para sukarelawan, TNI-Polri  telah bekerjasama memasang genting dan sebagian sudah terkondisi dengan baik.

Genteng tersebut bantuan berbagai pihak.

Baca juga: Potensi Cuaca Ekstrem di DIY, BMKG: Waspada Hujan Lebat, Angin Puting Beliung hingga Hujan Es

Meski demikian, ia menyebut bahwa kebutuhan genting per rumah berbeda-beda tergantung tingkat kerusakannya.  

“Ada yang membutuhkan 50 genting hingga 500 genting tergantung kerusakannya. Ini masih didata ulang kebutuhan genting untuk rumah yang terdampak puting beliung,” ujarnya.  

Sugeng mengaku sampai saat ini belum bisa memprediksi berapa total kerugian akibat bencana angin puting beliung di wilayahnya karena proses pendataan masih terus dilakukan.

Namun demikian, genting yang masih bisa digunakan akan  dimanfaatkan kembali untuk dipasang dan kemudian ada tambahan genting bantuan dari donatur.

Ia mengungkapkan, bagi rumah yang belum mendapatkan bantuan genting, untuk sementara menggunakan terpal bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Bantul, serta Palang merah Indonesia (PMI) Cabang Bantul .

Sementara kalurahan menyiapkan logistik untuk kerja bakti dan warga yang terdampak.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved