Penyandang Disabilitas Berhak Dapat Ruang Berekspresi

Para penyandang disabilitas dari wilayah DIY menampilkan kemampuannya di bidang tarik suara, seni musik hingga tari.

Tribunjogja/Neti Istimewa Rukmana
Penyerahan secara simbolis bantuan sosial untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas dan Biaya Operasional untuk Komite Penghormatan, Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas sebesar Rp. 349.600.000,- bersumber dari APBD DIY tahun 2022 dan Bantuan modal usaha untuk alumni klien BRTPD Pundong sebesar Rp. 149.000.000,- bersumber dari Baznas DIY dalam acara peringatan Hari Disabilitas Internasional DIY 2022 di Hotel Harper Malioboro pada Selasa (6/12/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puncak peringatan Hari Disabilitas International Daerah Istimewa Yogyakarta 2022 yang digelar di Hotel Harper Malioboro pada Selasa (6/12/2022) siang dimeriahkan dengan ragam penampilan seni, budaya dari para penyandang disabilitas.

Para penyandang disabilitas dari wilayah DIY menampilkan kemampuannya di bidang tarik suara, seni musik hingga tari.

Peringatan Hari Disabilitas International DIY tahun 2022 ini sekaligus menjadi wadah bagi para penyandang disabilitas untuk unjuk kemampuan di balik dari keterbatasan yang dimilikinya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos DIY, Budhi Wibowo mengatakan rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional ini sudah dilaksanakan sejak beberapa waktu yang lalu.

Mulai dari peringatan yang dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota, pertandingan sepakbola tendang stigma antara klien ODGJ/ODDP (Orang Dengan Disabilitas Psikososial) BRSBKL melawan PSS Sleman, hingga kegiatan lainnya.

"Sebelum puncak acara ini digelar, kami mengadakan beragam rangkaian acara, baik itu di setiap Kabupaten/Kota Yogyakarta termasuk teman-teman dari YAKKUM. Salah satu kegiatannya adalah Tendang Stigma," katanya kepada Tribunjogja.com di Hotel Harper Malioboro.

Melalui acara ini, kata Budhi, pihaknya ingin menunjukan bahwa para penyandang disabilitas memiliki kemampuan di berbagai bidang di balik keterbatasan yang dimilikinya.

Dia pun berharap, para penyandang disabilitas ini terus berinovasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliknya.

Sementara Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, mewakili Gubernur DIY menyampaikan Hari Disabilitas International menjadi momen penting untuk menggugah kepedulian peneguhan komitmen dan partisipasi membangun kepedulian terhadap penyandang disabilitas. 

"Tugas kita adalah memastikan semua kebijakan dapat terlaksana dengan baik," katanya.

"Urusan disabilitas pada dasarnya tidak bisa dititik beratkan pada satu atau dia OPD saja, namun semua harus saling bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi. Baik pemerintah, swasta, dunia usaha dan masyarakat," imbuh KGPAA Paku Alam X.

Baca juga: Pusat Rehabilitasi Yakkum Dorong Pemerintah Libatkan Disabilitas dalam Pembangunan yang Inklusif

Menurut Paku Alam X, para penyandang disabilitas berhak untuk bebas dari perlakuan tidak manusiawi, diskriminasi dan berhak untuk mendapatkan penghormatan atas integritas mental serta haknya berdasarkan kesamaan dengan orang lain.

"Semoga Tuhan yang Maha Esa berkenan melimpahkan berkah serta rahmatnya kepada kita semua," harapnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam menambahkan para penyandang disabilitas membutungkan ruang untuk mengekspresikan bakat dan berinteraksi dengan masyarakat umum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved