Jadi Peserta AUTP, Petani Gunungkidul Bisa Klaim Kerusakan Akibat Curah Hujan Tinggi

Menurut Raharjo, AUTP merupakan program dari Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/DPP Gunungkidul
Lahan padi di Playen, Gunungkidul yang terendam banjir belum lama ini. Petani yang terdaftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pun bisa mengklaim kerusakan tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul belum lama ini menginventarisir lahan pertanian yang mengalami kerusakan.

Kerusakan disebabkan oleh hujan yang terus mengguyur selama musim hujan ini.

Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menyampaikan inventarisasi terutama dilakukan terhadap lahan pertanian yang sudah diasuransikan.

"Ada 320,1 hektare (ha) lahan yang ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), yang terdampak hanya 3,9 ha," jelas Raharjo dihubungi pada Selasa (06/12/2022).

3,9 ha lahan pertanian ini terdampak banjir akibat guyuran hujan yang tinggi. Akibatnya, tanaman padi pun mengalami kerusakan.

Menurut Raharjo, AUTP merupakan program dari Kementerian Pertanian RI bekerjasama dengan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Nilai klaim asuransi dari lahan yang rusak ini sekitar Rp 22,5 juta.

"Sampai saat ini proses pencairan klaim masih terus dilakukan," ujarnya.

Raharjo mengatakan adanya asuransi bisa menekan kerugian yang timbul akibat kerusakan lahan.

Apalagi preminya juga terbilang rendah karena ada subsidi asuransi, yaitu hanya Rp36 ribu per ha.

Nantinya, petani bisa mengklaim asuransi sebesar Rp6 juta per ha jika terjadi kerusakan.

Petani cukup melengkapi dokumen persyaratan dan bukti kerusakan lahan agar bisa mengajukan klaim.

"Makanya kami dorong agar petani ikut AUTP ini, sebab sangat penting untuk menjaga hasil pangan," kata Raharjo.

Secara keseluruhan, lahan yang mengalami kerusakan luasnya sekitar 52 ha. Sebagian besar lahan ini pun sudah kembali ditanam padi.

Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi menilai para petani peserta AUTP bisa jadi contoh bagi petani lainnya. Sebab masih ada lahan padi yang belum terdaftar mengikuti asuransi.

"Kami harap petani mendaftar AUTP agar perlindungan lahan pertanian di Gunungkidul bisa lebih baik," ujarnya.(*)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved