Berita Jogja Hari Ini

Capaian Vaksin Polio IPV Sentuh 80 Persen, Pemkot Yogya Ingatkan Orang Tua Jangan Lengah

Pemkot Yogyakarta mengingatkan masyarakatnya, terutama kalangan orang tua, untuk melengkapi pemberian vaksin polio kepada anak.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi vaksin polio 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta mengingatkan masyarakatnya, terutama kalangan orang tua, untuk melengkapi pemberian vaksin polio kepada anak.

Hal tersebut, diyakini menjadi penangkal paling ampuh untuk mencegah paparan virus berbahaya itu.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta , Endang Sri Rahayu, mengatakan, secara keseluruhan, capaian vaksin polio di wilayahnya sudah cukup apik.

Hanya saja, masih ada orang tua yang sama sekali belum memberikan vaksin polio kepada anaknya, meski mayoritas tinggal melengkapi dosis saja.

Baca juga: Tanggapi KLB Polio di Aceh, Dinkes DIY: Cakupan Vaksinasi Polio di Yogyakarta Lampaui 90 Persen

"Kalau dilihat dari capaiannya, sudah cukup bagus, sekitar 80 persen, untuk beberapa tahapan vaksinasi (polio). Itu datanya hingga triwulan ketiga tahun ini," cetusnya, saat dikonfirmasi, Selasa (6/12/2022).

Endang memaparkan, capaian vaksin polio di Kota Yogyakarta, yang diberikan dengan cara suntik, atau IPV 1 telah mencapai 84 persen, kemudian IPV 2 82 persen dan IPV 3 80 persen.

Sejauh ini, Dinkes pun terus menggiatkan edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya vaksinasi polio terhadap anak ini.

“Kami juga menguatkan surveilans untuk memantau apakah ada potensi kasus polio di masyarakat, salah satunya pada kasus lumpuh layu," terangnya.

Menurutnya, gejala yang muncul pada kasus lumpuh layu hampir serupa dengan polio .

Sehingga, pihaknya harus memastikan, mereka yang mengalami gejala lumpuh layu itu tak terpapar polio , melalui upaya pemeriksaan spesimen pasien di laboratorium.

"Jadi, kami mengambil spesimen dari tinja, untuk mencari ada virus polio atau tidak. Nanti, yang akan menentukan apakah polio atau tidak adalah dari hasil pemeriksaan laboratoriumnya," jelas Endang.

Namun, ia pun memastikan, selaras dengan angka di tingkat nasional, sejak 2010 lalu, sudah tidak dijumpai lagi kasus polio di Kota Yogyakarta .

Baca juga: Fakta-fakta tentang Polio : Apa Itu Polio, Penyebab dan Gejalanya

Meski demikian, kemunculan kasus polio yang terdeteksi pada tiga orang anak di Kabupaten Pidie, Aceh pada 2022 ini, tetap jadi perhatian khusus, supaya tidak kecolongan.

"Tapi, Kota Yogyakarta juga mengikuti nasional, ya. Artinya, sejak tahun itu (2010) sudah tidak ditemukan kasus polio di Kota Yogyakarta ," ungkapnya.

Sebagai informasi, polio merupakan virus sangat berbahaya bagi anak, karena dampaknya permanen seumur hidup.

Yakni, menyebabkan kelumpuhan yang belum ada obatnya, namun dapat dicegah dengan  imunisasi lengkap tetes, serta suntik. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved