Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Shelter Situs Brongsongan Roboh Terdampak Angin dan Hujan Deras, BKB: Situs Aman

Cuaca yang didominasi hujan deras beberapa hari belakangan ini mengguyur Kabupaten Magelang. Kondisi inipun membuat shelter penyangga situs Brongsonga

TRIBUNJOGJA.COM/Nanda Sagita Ginting
Kondisi dan penampakan shelter Situs Brongsongan yang roboh di Dusun Brongsongan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (05/12/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM,MAGELANG - Cuaca yang didominasi hujan deras beberapa hari belakangan ini mengguyur Kabupaten Magelang.

Kondisi ini pun membuat shelter penyangga situs Brongsongan di Dusun Brongsongan, Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang roboh akibat tertimpa pohon.

Situs Brongsongan merupakan salah satu situs yang berada di dalam Kawasan Cagar Budaya Borobudur, yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional pada tahun 2014. 

Baca juga: Pernikahan Kaesang dan Erina, Presiden Jokowi Undang Presiden Uni Emirat Arab

Koordinator Perlindungan Balai Konservasi Borobudur (BKB) , Muhammad Taufik mengatakan, ambruknya pohon jenis kelapa terjadi pada Sabtu (26/11/2022 ) sekitar pukul 06.00 WIB karena angin kencang, dan hujan deras.

"Akibatnya, pohon dengan tinggi sekitar 12-13 meter itu jatuh menimpa shelter-shelter Brongsongan yang ada di bawahnya. Tapi, untungnya tidak mengenai objeknya (situs), cuma di atasnya saja. Situsnya aman tidak ada yang rusak," ucapnya saat ditemui di kantornya pada Senin (05/12/2022).

Ia menjelaskan, pada hari itu juga pemotongan batang pohon kelapa yang menimpa shelter langsung dilakukan.

Sementara itu, untuk perbaikan akan dilakukan revitalisasi dengan segera targetnya akhir tahun 2022 sudah rampung.

"Rencana kan tahun ini kami ada revitalisasi situs termasuk Brongsongan itu. Jadi, akan kami lakukan pengembalian lagi atapnya seperti semula. Jadi, tidak akan merubah bentuk arsitekturnya namun akan ada penambahan. Akan, kami bangun pos satpam dan akan dilengkapi dengan WC, listrik, dan air. Ini sudah pengerjaan targetnya akhir tahun ini. Kami  mulai dari  Situs Plandi, Situs Dipan, Situs  Brongsongan, baru Samberan. Situs Plandi sudah selesai," tuturnya.

Dalam proses revitalisasi itu untuk memantapkan perlindungan pada cagar budaya Situs Brongsongan.

Dia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pembebasan lahan.

Di mana, sekitar 6.000 meter persegi atau lebih dari 500 hektare tanah warga akan dibeli.

Dengan begitu, Situs Brongsongan yang lokasinya agak menjorok ke dalam nantinya akan diperlebar hingga ke depan jalan raya utama.

"Jadi pembebasan lahan itu semua dibeli, pohon yang ada di situ (dalam kawasan situs)  juga kami beli. Ini kan awalnya kan tanah masyarakat atau perorangan. Jadi besok ketika haknya sudah menjadi milik BKB, kejadian pohon tumbang diharapkan tidak terulang kembali. Karena, pohon yang memiliki risiko tingga akan bisa ditebang untuk menyelamatkan situs," ungkapnya.

Baca juga: Dishub Bantul Soal Kecelakaan Jip Wisata Pantai Parangtritis: Mengingkari Kesepakatan Bersama

Situs yang diperkirakan berasal dari kerajaan Mataram Kuno yakni abad ke-7 sampai dengan 10 M akan dijadikan sebagai satu di antara lokasi pemecah wisatawan di kawasan Candi Borobudur.

Adapun pada survei tahun 2010 lalu, di situs ini dijumpai 2 buah yoni berbentuk persegi pada sebuah lahan kosong yang ditumbuhi rumput liar, sementara di sekitar lokasi temuan adalah tegalan dan persawahan.

"Rencananya direvitalisasi dan kalau anggarannya masih ada akan kami bangun Joglo di sana. Terus tempat gazebo untuk aktivitas masyarakat, siapa tau kunjungan nya (wisatawan) banyak. Sekaligus,bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar juga," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved