Pusat Rehabilitasi Yakkum Dorong Pemerintah Libatkan Disabilitas dalam Pembangunan yang Inklusif

Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember ini mengingatkan kembali bahwa setiap orang diciptakan secara unik

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2022 di Dasron Hamid Research and Innovation Center (DHRIC) UMY, Senin (5/12/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) dan YAKKUM Emergency Unit (YEU) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar rangkaian acara dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2022 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (5/12/2022).

Ketua I Pengurus YAKKUM, Pdt Simon Julianto, menjelaskan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember ini mengingatkan kembali bahwa setiap orang diciptakan secara unik dan memiliki tujuan.

“Kita diajak terlibat dalam pembangunan yang ada di dunia ini setara, sama dengan yang lain. Dunia sudah memperhatikan disabilitas walaupun kita sadar bahwa sebagian besar sifatnya masih charity dan berdasarkan belas kasihan. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mendorong inklusivitas, kesetaraan dan pemberdayaan disabilitas,” ungkapnya.
 
Dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2022 tersebut, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, YAKKUM Emergency Unit dan UMY juga turut menggelar talkshow secara hybrid yang menyoroti Deklarasi Jakarta dalam mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Deklarasi tersebut disepakati pada tanggal 19-21 Oktober 2022 di mana Indonesia bersama dengan 53 negara di Asia Pasifik dan 9 negara asosiasi berkomitmen mengambil langkah-langkah menuju pembangunan inklusif disabilitas.

Selain itu, kegiatan hari itu juga menyoroti ekonomi kreatif untuk disabilitas dan peran pentahelix dalam membangun lingkungan yang inklusif. 

Muhammad Aditya Setyawan selaku Program Manager Rehabilitasi Holistik, Pusat Rehabilitasi YAKKUM menjelaskan, pihaknya memiliki mandat untuk memberikan pemberdayaan terhadap penyandang disabilitas yang selama ini kurang diperhatikan banyak pihak.

Dan melalui kegiatan hari itu, diharapkan dapat memberikan kesadaran dari berbagai pihak untuk melibatkan disabilitas baik dalam kegiatan sosial maupun pembangunan.

“Karena sering kali mereka terlewat atau terlupakan dalam berbagai kegiatan, baik itu kegiatan sosial maupun dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Karena tidak melibatkan disabilitas, program-program pembangunan itu sering kurang pas,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pembuatan guiding block di trotoar justru seringkali menyusahkan penyandang disabilitas.
 
“Ketika tidak melibatkan disabilitas dalam proses pembuatannya, sering kali jalurnya tidak pas atau zigzag,  sehingga susah digunakan teman-teman disabilitas,” contohnya.

Maka dari itu, dalam tiga sesi talkshow hari itu, dirumuskan Deklarasi Bersama yang secara garis besar mencakup peran disabilitas dan komunitas dalam mengawal kebijakan di tingkat nasional regional DIY; inovasi layanan dan aksesibilitas di setiap bidang; data terpilah dan integrasi data disabilitas; ekonomi kreatif disabilitas; dan peran pentahelix dalam membangun lingkungan yang inklusif.

Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Sukamta mengatakan UMY punya perhatian besar terhadap isu disabilitas, termasuk memfasilitasi didirikannya pusat studi disabilitas

“Kami juga mencanangkan program sesuai SK Rektor tahun 2012 yang mendorong Kampus Senyaman Taman yang mampu memfasilitasi teman-teman disabilitas. Melalui Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2022 ini, saya ingin menyampaikan apresiasi bagi teman-teman dengan disabilitas yang memiliki kepercayaan diri yang besar dan mandiri yang bisa menjadi pelajaran bagi orang lain,” ujarnya.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved