BPBD Kota Yogyakarta Gandeng KTB untuk Canangkan Gerakan Gotong Royong Kelola Sampah

BPBD Kota Yogyakarta telah mencanangkan keterlibatan para personel Kampung Tangguh Bencana untuk menanggulangi persoalan sampah

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
Kondisi tumpukan sampah di salah satu depo di Kota Yogyakarta saat TPA Piyungan berhenti beroperasi beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Problem persampahan di Kota Yogyakarta diyakini tidak akan terselesaikan, selama sinergitas antar sektor urung tercipta.

Oleh sebab itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta pun telah mencanangkan keterlibatan para personel Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk ikut serta menanggulangi permasalahan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menandaskan ke depannya KTB diharapkan bisa jadi contoh bagi warga masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Bukan tanpa alasan, mulai 2023 mendatang, Pemkot Yogyakarta mematok target nol pembuangan sampah anorganik menuju TPA Piyungan.

Sehingga penduduk otomatis harus menyesuaikan sedari sekarang.

"Saya kira soal sampah di Kota Yogya ini kita semua paham permasalahannya, di mana lahan di TPA Piyungan sudah semakin terbatas. Maka, harus ada solusi. Ini saatnya berkolaborasi," tandasnya, Minggu (4/12/2022). 

Sebagai informasi, di Kota Yogyakarta sendiri telah terbentuk 143 KTB yang tersebar di 14 kemantren dan 45 kelurahan.

Nur Hidayat mengatakan, dengan diisi personel dari kalangan warga setempat, KTB diyakini bisa memegang peranan dalam upaya menciptakan budaya tertib sampah, supaya program yang sudah dicanangkan Pemkot mampu berjalan efektif.

"Ya, kami sudah mendapat arahan dari DLH (Dinas Linhkungan Hidup) juga, kami sudah punya SDM yang ada di KTB, tinggal bagaimana mereka bisa berperan aktif dalam mengurangi pembuangan sampah ke TPA Piyungan, mulai tahun depan itu," cetusnya.

"Lagipula, KTB ini sangat potensial, karena isinya kan dari kalangan masyarakat juga. Jadi, nanti di wilayah bakal kami laksanakan gerakan-gerakan bersama, untuk mengurangi sampah," tambah Nur Hidayat.

Lebih lanjut, ia menyebut, persoalan sampah di Kota Yogyakarta sudah hampir mencapai puncaknya.

Hal itu dapat dilihat dari banyak keluhan warga masyarakat, ketika TPA Piyungan mandek operasional.

Menurutnya, pemerintah daerah pun tidak akan sanggup menemukan solusi, tanpa peran serta aktif dari semua lapisan, mulai pemerhati lingkungan, atau penduduk.

"Masalah sampah kalau dari sisi ancaman bencana, sekarang ini sudah mendekati kedaruratan, di mana masyarakat seringkali merasa resah, mau membuang sampah kemana dan sebagainya," urainya.

Maka, lanjut Kalak BPBD, sudah seharusnya KTB ikut berperan aktif dalam gerakan mitigasi sampah, yang ada di lingkungannya masing-masing.

Dengan SDM yang dimiliki dan sudah dibekali keterampilan khusus, ia optimis, para personel KTB bisa menjadi contoh nyata, tentang budaya pengelolaan sampah.

"Kami sekarang sudah menetapkan tagline 'Bumi Memanggil', dalam artian bumi butuh kelestarian dan kita semua harus peduli, ya, dengan segala permasalahan lingkungan, termasuk sampah. Sudah saatnya kita bersama gotong royong," cetusnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved