Breaking News:

Berita Pendidikan Hari Ini

Penjelasan Lengkap tentang Materi SNBT Tahun 2023, Tidak Ada Lagi Ujian Mata Pelajaran

Ketua Tim Persiapan SNPMB, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M. Eng., IPU, A.Eng menjelaskan, di SNBT akan ada tes potensi skolastik (TPS), penalaran

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Pixabay.com / F1 Digitals
Ilustrasi ujian 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim persiapan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru ( SNPMB ) 2023 telah melakukan sosialisasi tentang teknis pelaksanaan seleksi di tahun 2023.

Tahun depan, seleksi masuk kampus negeri tidak lagi diberi istilah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi ( SNMPTN ) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN ).

SNMPTN berubah menjadi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP ).

Baca juga: Penuhi Syarat Verifikasi Faktual, Perindo DIY Tinggal Menunggu Pengumuman KPU

Kemudian, SBMPTN berubah menjadi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( SNBT ).

Namun, SNBP hakikatnya sama saja dengan SNMPTN atau jalur seleksi calon mahasiswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menggunakan nilai rapor.

Kemudian, SNBT juga sama dengan SBMPTN, yakni tes PTN dengan Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK ).

Di SNBT 2023, peserta hanya akan mengikuti tes potensi skolastik dan beberapa materi tes lainnya.

Ketua Tim Persiapan SNPMB, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M. Eng., IPU, A.Eng menjelaskan, di SNBT akan ada tes potensi skolastik (TPS), penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia dan literasi dalam bahasa Inggris.

TPS ini bertujuan untuk mengatur kemampuan kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

Dalam TPS yang akan diuji adalah kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Kemampuan kuantitatif akan mencakup Pengetahuan dan Penguasaan Matematika dasar.

Untuk penalaran matematika, materi tes ini untuk mengukur kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan warga dunia.

Baca juga: Kakak Pertama Mempelai Wanita Bakal Jadi Wali Nikah Pernikahan Kaesang dan Erina

Kemudian, literasi dalam bahasa Indonesia dan Inggris bakal mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu.

"Kesempatan tes, setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes," ujar Prof. Ashari dalam konferensi pers, Kamis (1/12/2022).

Dikatakannya, tes akan dilaksanakan dalam dua gelombang, selama 14 hari dan 28 sesi. Setiap hari, tes akan digelar sebanyak dua sesi. (ard)

 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved