Berita Gunungkidul Hari Ini

Pemkab Gunungkidul Ajukan Review KBAK, JJLS Jadi Alasan

Pembangunan JJLS secara otomatis mengubah kondisi tata ruang khususnya wilayah karst.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Geosite Ngingrong yang merupakan bagian dari Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) di Gunungkidul, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemkab Gunungkidul mengajukan peninjauan kembali (review) Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) ke pusat.

Pengajuan dilakukan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru).

Sekretaris Dispertaru Gunungkidul , Mahartati menjelaskan ada sejumlah alasan mengapa pihaknya mengajukan permohonan tersebut.

"Salah satunya karena keberadaan Jalan Jalur Lintas Selatan ( JJLS ) yang juga melewati kawasan karst," jelasnya ditemui pada Jumat (02/12/2022).

JJLS sendiri merupakan program nasional, namun melewati wilayah yang menjadi tanggung jawab dari Pemkab Gunungkidul .

Baca juga: Dinas PUPESDM DIY Tunggu Kesiapan Lahan Relokasi Puluhan PKL di JJLS

Alhasil Mahartati merasa perlu ada review.

Pasalnya, pembangunan JJLS secara otomatis mengubah kondisi tata ruang khususnya wilayah karst.

JJLS ini pun juga belum masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Gunungkidul .

Kawasan ekonomi dan pemukiman berpotensi tumbuh di sepanjang JJLS .

Sedangkan di kawasan tersebut, tak sedikit titik karst yang memiliki sensitivitas tinggi.

"Kami ingin ada kajian mana wilayah yang sensitivitasnya tinggi dan mana yang rendah, sebab ada aturan ketat untuk pembangunan di kawasan karst," ujar Mahartati.

Sempat beredar informasi jika permohonan review ini termasuk rencana mengurangi KBAK di Gunungkidul hingga 50 persen.

Namun ia membantah kabar tersebut.

Menurutnya, KBAK merupakan wilayah yang pengelolaannya sangat ketat dan sudah diatur pusat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved