Berita Bisnis Terkini

BPS DIY Catat IPM DIY 2022 Peroleh Nilai Tertinggi Kedua di Indonesia 

BPS DIY mencatat Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) DIY 2022 sebesar 80,64 dengan kenaikan 0,42 poin.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta ( BPS ) DIY mencatat Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) DIY 2022 mengalami kenaikan.

Kepala BPS DIY, Sugeng Arianto, pada 2022 nilai IPM DIY tercatat sebesar 80,64 dengan kenaikan 0,42 poin.

Sementara pada periode sebelumya IPM DIY hanya mengalami kenaikan 0,25 poin.

"Nilai sebesar 80,64 itu adalah IPM kedua terbesar di Indonesia secara provinsi. Kemudian pada 2022, itu adalah kali kedua Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai predikat sangat tinggi ya, IPM-nya," katanya melalui keterangan resmi BPS DIY, Kamis (1/12/2022).

Baca juga: BPS DIY Catat Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2022 Membaik Dibanding Agustus 2021

Apabila dilihat berdasarkan komponennya, perkembangan komponen umur harapan hidup (UHH) selama 12 tahun terakhir selalu mengalami kenaikan dengan kecepatan yang bervariasi.

Pada dua periode terakhir, di mana pada 2021 angka UHH bertambah 0,05 tahun atau 0,07 persen dan pada 2022 angka UHH bertambah 0,04 tahun atau tumbuh 0,05 persen sehingga UHH DIY pada 2022 menjadi 75,08 tahun.

Begitu pula dengan komponen harapan dan rata-rata lama sekolah di DIY yang juga bertambah.

"Harapan lama sekolah (HLS) DIY bertambah 1,5 tahun dari 14,15 tahun pada 2010, menjadi 15,65 tahun pada 2022. Rata-rata tumbuh 0,84 persen per tahun. Sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) pada periode yang sama bertambah 1,24 tahun dari 8,51 tahun pada 2010 menjadi 9,75 tahun pada 2022. Rata-rata tumbuh 1,14 persen per tahun," paparnya.

Komponen IPM terkahir yakni pengeluaran per kapita (PPP) atau KAP.

"Berdasarkan PPP selama 2010-2022 mengalami kenaikan sebesar Rp2,4 juta atau rata-rata Rp200 ribu per tahun atau tumbuh 1,54 persen per tahun," tutur Sugeng.

Baca juga: BPS DIY Kolaborasi dengan Pemda DIY dan Pemangku Kepentingan Lainnya Dalam Regsostek 2022

Pada dua periode terakhir, pihaknya turut melihat bahwa PPP pada 2021 tumbuh sebanyak 0,68 persen atau bertambah Rp96 ribu.

Sedangkan PPP pada 2022 tumbuh 2,63 persen atau bertambah Rp371 ribu.

Lebih lanjut, apabila dilihat secara nasional, komponen UHH dan HLS DIY memperoleh posisi tertinggi yakni nomor satu, RLS DIY memperoleh posisi kelima, sedangkan KAP DIY memperoleh posisi kedua.

"Jadi pada 2022, IPM di Indonesia tercatat sebesar 72,91. Sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2022 mencatat IPM sebesar 80,64. Nah IPM 80,64 itu merupakan IPM kedua tertinggi di Indonesia, di bawah DKI Jakarta yang tercatat 81,65," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved