Berita Purworejo

Terekam CCTV Aksi Keji Pelaku Penganiayaan di Purwerejo yang Sebabkan Sopir Taksi Online Meninggal

Aksi penganiayaan di halaman parkir salah satu cafe di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terekam kamera close circuit television (CCT

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penganiayaan orang tak dikenal kepada supir taksi online di parkiran sebuah cafe di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Aksi penganiayaan di halaman parkir salah satu cafe di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terekam kamera close circuit television (CCTV). 

Dalam rekaman CCTV tersebut, tampak korban yang diduga seorang supir taksi online sedang berjalan ke arah mobil sambil melihat layar telepon gengam. 

Tiba-tiba dari arah belakang datang laki-laki tak dikenal yang langsung memukul kepala korban menggunakan sebuah botol kaca sebanyak dua kali. 

Baca juga: Polda DIY Matangkan Rekayasa Lalulintas Jelang Pernikahan Kaesang dan Erina di Yogyakarta

Akibat serangan itu, korban jatuh terduduk di sebelah kanan mobil, sementara pelaku tampak ditahan oleh beberapa orang.

Namun tak lama kemudian, pelaku kembali mendatangi korban dan memukul botol kaca sebanyak tiga kali ke kepala korban hingga jatuh terlentang tak sadarkan diri. 

Menurut informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (26/11/2022) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. 

Korban adalah Yusuf (35), warga Desa Besole, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Peristiwa itu terjadi seusai korban yang diketahui sebagai supir taksi online, mengantarkan penumpang ke Cafe Ratan Miring di Jalan Kutoarjo-Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

"Setelah mengalami penganiayaan, korban tidak sadarkan diri, lalu dibawa ke Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo dan langsung masuk ICU," kata kuasa hukum keluarga korban, Agus Triatmoko, saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (1/12/2022). 

Namun nahas, setelah tidak sadarkan diri selama tiga hari, korban pun dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (29/11/2022) pagi sekitar pukul 6.45 WIB. Rupanya, korban meninggal karena mengalami pendarahan dan pergeseran di bagian otak. 

"Dari hasil CT Scan terjadi pendarahan di otak dan ada pergeseran juga, semacam geger otak. Korban meninggal Selasa pagi dan langsung dimakamkan siangnya," ungkap Agus.

Korban dimakamkan di pemakaman setempat. Ia meninggalkan istri dan seorang anak perempuan yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa korban dan pelaku tidak saling kenal. Mereka diketahui baru bertemu di tempat itu (cafe Ratan Miring) saat aksi penganiayaan terjadi.

Baca juga: Angka Stunting di Wonosobo Tinggi, Ini Jurus Jitu Dinas DPPKBPPPA Tingkatkan Kesehatan Anak

Saat ini, pelaku masih berkeliaran di luar sana. Pelaku berhasil kabur setelah melakukan aksi penganiayaan kepada korban. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Ryan Eka Cahyamasih belum mengetahui motif pelaku pelakukan penganiayaan.

Meski demikian, pihaknya mengaku sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan sedang melakukan pengejaran. 

"Masih kami selidiki. Pelaku sudah kabur tapi kami sedang lakukan pengejaran, semoga cepat tertangkap," ucapnya. (drm)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved