Berita Gunungkidul Hari Ini

Kadinkes Gunungkidul Sebut Diskriminasi pada ODHA Tinggi: Tidak Menular Lewat Sentuhan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul terus berupaya menekan kasus baru penularan HIV/AIDS. Namun upaya tersebut menjumpai berbagai kendala.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Shutterstock via Kompas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul terus berupaya menekan kasus baru penularan HIV/AIDS. Namun upaya tersebut menjumpai berbagai kendala.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan hingga kini stigmatisasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) masih sangat kuat.

"Begitu juga diskriminasi masyarakat terhadap mereka," kata Dewi pada Kamis (01/12/2022).

Baca juga: Polres Bantul Bekuk Komplotan Penjahat Lintas Provinsi yang Curi Motor Milik Teman Kosnya Sendiri

Menurutnya, ODHA dianggap buruk, mudah menular, bahkan dianggap tak memiliki harapan hidup. Mereka pun juga dikucilkan lingkungan sehingga sulit mendapatkan hak-haknya sebagai warga masyarakat.

Dewi menjelaskan cara penularan HIV sangat terbatas, yaitu lewat hubungan seksual, alat medis tercemar, transfusi darah, atau dari ibu hamil positif HIV ke anaknya. Namun masih banyak hoaks terkait cara penularannya.

"HIV tidak menular lewat sentuhan, berbagi barang atau makanan, atau gigitan nyamuk," ujarnya.

Dewi menilai edukasi yang gencar jadi kunci untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Termasuk agar masyarakat berisiko bersedia menjalani tes HIV untuk memastikan kondisinya.

Apalagi ia mengatakan ada target yang harus dicapai di 2030 mendatang. Yaitu nihil kasus infeksi baru, nihil kematian karena HIV/AIDS, dan nihil diskriminasi.

"Kami juga terus memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi para penderitanya agar tetap sehat," kata Dewi.

Baca juga: Tenda untuk 150 Tamu Dipasang Jelang Pernikahan Kaesang dan Erina 

Bupati Gunungkidul Sunaryanta pun tak menampik jika diskriminasi masih kerap dialami oleh ODHA. Padahal mereka juga sejajar dengan warga lainnya.

Ia menilai menjadi tugas semua pihak untuk menekan kasus HIV/AIDS hingga diskriminasi terhadap ODHA. Masyarakat pun perlu memberi dukungan.

"Edukasi diperlukan agar ODHA bisa sejajar dan mendapatkan perhatian," kata Sunaryanta. (alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved