Berita Sleman Hari Ini

Tekan Kematian Ibu Hamil, Pemkab Sleman Luncurkan Totalitas Besti 

Melalui Totalitas Besti, pemeriksaan Antenatal Care (ANC) bagi bumil yang biasanya hanya empat kali ditambah menjadi enam kali. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama meluncurkan inovasi Totalitas Besti, upaya untuk menekan risiko tinggi bagi Bumil, bayi dan Balita di Kabupaten Sleman. Peluncuran inovasi ini, di sela acara Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 di Ghra Sarina Vidi, Sleman Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tingginya angka kematian ibu hamil ( bumil ), bayi dan balita saat pandemi Covid-19 menjadi perhatian serius Pemkab Sleman .

Pelbagai upaya dilakukan untuk menekan kasus tersebut.

Satu di antaranya, melalui Totalitas Besti atau Tolong Tangani dan Fasilitasi Bumil dan Balita dari Risiko Tinggi.

Gerakan inovasi kesehatan ini ada di Puskesmas.

Di mana pemeriksaan Antenatal Care (ANC) bagi bumil yang biasanya hanya empat kali ditambah menjadi enam kali. 

"Ada penguatan untuk ANC, atau pemeriksaan ibu hamil dari 4 kali menjadi 6 kali. Dua di antaranya harus ditangani oleh dokter dan USG. Bulan ini, sudah kami coba pemeriksaan ANC-nya enam kali," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman , Cahya Purnama, saat peluncuran Totalitas Besti yang dibarengkan pada acara Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 di Ghra Sarina Vidi, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: UGM Berdayakan Perempuan di Sitimulyo Bantul Agar Anak Terhindar dari Stunting

Cahya mengungkapkan, Totalitas Besti ini bisa diakses oleh semua bumil di Sleman .

Baik yang ber-KTP Sleman maupun bumil yang bermukim.

Syaratnya, memiliki buku kesehatan ibu dan anak (KIA) yang bisa didapat dari Puskemas sebagai layanan kesehatan primer.

Inovasi ini menjadi sangat penting.

Sebab, ada beberapa risiko tinggi yang kerap dialami bumil .

Di antaranya, pendarahan dan kekurangan energi kronis yang dapat menyebabkan permasalahan pada saat persalinan.

Kondisi ini bisa mengancam keselamatan bagi ibu maupun bayi. 

Selain menekan risiko tinggi bagi bumil, bayi, dan balita, kata Cahya, inovasi kesehatan ini juga upaya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sleman yang ditargetkan bisa turun di angka 3 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved