Perkiraan Kuota Pemberangkatan Haji Indonesia Pada 1444 H/2023 M

Kuota Indonesia pada penyelenggaraan haji 1444 H/2023 M diperkirakan penuh rapat awal dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Saudi Ministry of Media / AFP
Sebuah foto yang rilis oleh Kementerian Media Saudi pada 30 Juli 2020 menunjukkan jamaah haji Mulism berdoa di Gunung Arafat, juga dikenal sebagai Jabal al-Rahma (Gunung Belaskasih), sebelah tenggara kota suci Mekah, selama puncak haji haji di tengah pandemi COVID-19. 

Tribunjogja.com - Bagi calon jemaah haji asal Indonesia kabar soal berapa kuota yang diberangkat pada 2023 jadi hal yang paling dinanti.

Seperti diketahui, selama pandemi banyak jemaah haji asal Indonesia tertunda keberangkatannya.

Bahkan untuk tahun, pemberangkatan tak bisa dilakukan sepenuhnya karena masih dalam masa transisi pandemi.

Bagaimana prediksi Kuota Indonesia pada penyelenggaraan haji 1444 H/2023 M?

Kuota Indonesia pada penyelenggaraan haji 1444 H/2023 M diperkirakan penuh.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief saat menutup Mudzakarah Perhajian Indonesia tahun 2022 di Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Situbondo.

Mudzakarah ini mengangkat tema "Bipih dan Keberlangsungan Pembiayaan Haji"

"Insya Allah kuotanya penuh. karena dari sana bahasanya begitu," terang Hilman Latief di Situbondo, Selasa (29/11/2022).

Meski demikian, Hilman belum memastikan maksud dari kata 'penuh' itu sendiri, apakah normal seperti tahun 2019 atau masih seperti tahun 2022.

"Hanya belum disebutkan angkanya," lanjutnya.

Hilman mengaku Kementerian Agama sudah menggelar rapat awal dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Bahkan, Indonesia termasuk yang didahulukan rapatnya agar bisa segera melakukan persiapan dini.

"Indonesia jemaahnya terbesar di dunia sehingga pengelolaannya harus dipersiapkan lebih awal," jelasnya.

Hilman menambahkan bahwa penandatangan MoU penyelenggaraan ibadah haji oleh Menteri Agama RI dan Menteri Haji Saudi rencananya dilakukan pada 9 Januari 2023.

Bersamaan itu, akan dilakukan juga penandatanganan seluruh kontrak layanan, baik akomodasi, transportasi, konsumsi, maupun Masya'ir.

"Insya Allah, Januari dan Februari kita sudah harus lari kencang untuk pelunasan," tegasnya. (Kontan)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved