Berita Bantul Hari Ini

Paguyuban Pengemudi Becak Prasojo Bangun Rumah Layak Huni untuk Seorang Janda di Bantul

Mereka membangun rumah dari bantuan sumbangan sesama pengemudi becak dan donatur lainnya, yang akhirnya terkumpul sejumlah Rp 40 juta.  

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Serah terima rumah layak huni milik Muji Lestari (jilbab oranye) warga Jetakan, Padukuhan Titang, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Rasa syukur terus terpancar dari raut Muji Lestari (37) seorang janda asal Jetakan, Padukuhan Titang, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul .

Rumah tidak layak huni yang selama ini ia tempati telah berubah setelah dipugar oleh Paguyuban Pengemudi Becak Prasojo .

Rumah yang berdindingkan anyaman bambu, beratap seng dan beralaskan tanah yang selama ini ia tinggali berubah total menjadi rumah berukuran 6x6 meter dengan dinding yang kokoh dan beralaskan keramik.

“Alhamdulilah bersyukur banget, semoga menjadi berkah dan manfaat kedepannya. Sebelumnya rumah atap pada bocor kalau musim hujan,” ungkapnya saat serah terima kunci rumah dalam bakti sosial yang dilakukan Paguyuban Pengemudi Becak Prasojo , Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Baznas Gunungkidul Bantu Rehabilitasi Rumah 17 KK di 2022

Diceritakan, Muji harus bekerja banting tulang setelah suaminya meninggal karena stroke pada tahun 2016 silam.

Gaji yang ia terima dengan bekerja di sebuah UMKM tak jauh dari rumahnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama anak perempuan semata wayangnya yang masih duduk di kelas 5 SD.

Kini, rumahnya jauh lebih baik dan lebih nyaman untuk ditinggali.

“Saya sangat berterimakasih kepada paguyuban Prasojo yang memberikan bantuan rumah layak huni ini, semoga barokah dan bermanfaat, dan semoga bapak-bapak dari Paguyuban Prasojo dapat mencari rejeki dengan lancar,” doanya.

Sementara itu, Purwanta, Ketua Paguyuban Pengemudi Becak Prasojo mengungkapkan bahwa apa yang mereka lakukan ini semata-mata adalah panggilan untuk berbagi kepada sesama yang benar-benar membutuhkan.  

“Bukan berarti kami merasa paling kaya, tetapi kami terpanggil untuk saling membantu dan peduli sesama. Alhamdulillah dengan kondisi apapun, teman-teman tetap berjuang demi peduli sesama. Mudah-mudahan rumah yang sederhana ini bisa bermanfaat khususnya untuk Bu Muji Lestari dan putrinya,” ucapnya.

Dirinya pun mengakui bahwa apa yang diberikan ini masih dirasa kurang.

Pasalnya mereka hanya membangun rumah tanpa mengisinya dengan perabotan rumah tangga.

“Masih kosongan belum bisa menempati dengan perabotan, mohon maaf jika kekurangan. Tapi kami rasa rumah ini sudah layak untuk dihuni dan memenuhi kriteria sehat, kanan kiri juga sudah dibersihkan dan tertata,” terangnya.

Adapun rumah Muji Lestari ini dikerjakan selama 18 hari kerja dan selesai pada 24 November kemarin, di mana sebelumnya ditargetkan selesai 21 hari kerja.

Baca juga: 400 KK di Gunungkidul Terima Bantuan Stimulan Bedah Rumah Selama 2022

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved