Berita Kota Yogya Hari Ini

BKKBN Kerahkan Penyuluh Agama Jadi Ujung Tombak Penurunan Stunting di Yogyakarta

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mendorong peran serta penyuluh agama di Yogyakarta, untuk terlibat secara aktif dalam upaya

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan
Suasana Sosialisasi dan Pembekalan Bagi Penyuluh Agama Dalam Percepatan Penurunan Stunting yang digulirkan BKKBN, di Yogyakarta, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mendorong peran serta penyuluh agama di Yogyakarta, untuk terlibat secara aktif dalam upaya pengentasan stunting.

Bukan tanpa alasan, selama ini, para penyuluh agama masih menjadi salah satu jujukan utama calon pengantin.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, di sela 'Sosialisasi dan Pembekalan Bagi Penyuluh Agama Dalam Percepatan Penurunan Stunting', di Yogyakarta, Rabu (30/11/2022), menandaskan, para penyuluh agama ke depan akan mendapat tugas tambahan.

Yakni, turut serta dalam sosialisasi soal tumbuh kembang anak, kepada para calon pengantin sebelum pernikahan.

Baca juga: Seorang Karyawan Konter di Bantul Mencuri HP dan Tinggalkan Surat Permohonan Maaf

"Gerbang orang mau berkeluarga, adalah penyuluh agama. Mereka yang mau menikah itu tidak datang ke penyuluh KB (Keluarga Berencana), tapi ke penyuluh agama, kemudian KUA," tandasnya.

Sebagai informasi, capaian Yogyakarta dalam langkah penanganan stunting terbilang sudah cukup baik, di mana presentasenya kini telah menyentuh 17 persen.

Bahkan, sebelum 2024, Pemda DIY pun menargetkan bisa menekannya sampai 14 persen, sehingga BKKBN siap mendorong akselerasi tersebut.

"Makanya, kami mendorong peran penyuluh agama, untuk menyampaikan pesan ke calon pengantin, demi menekan stunting. Ingat, dalam setahun 2 juta orang menikah dan 1,6 juta hamil. Mereka, gerbangnya di penyuluh agama semua," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto pun membekali sedikitnya 250 penyuluh lintas agama, plus personel KUA, tokoh, dan pemuka agama dari lima kabupaten dan kota di DIY.

Menurutnya, untuk terlibat dalam sosialisasi stunting pun para penyuluh agama tidak perlu ahli terkait ilmu kedokteran.

Baca juga: Dinas Kesehatan Sebut Kasus HIV di Sleman Meningkat, Minta Warga Waspada

"Tapi, cukup baca dan mempelajari. Kami hari ini me-launching juga, sesuai permintaan Pak Menteri Agama, kami buatkan (panduan) audio visual, yang nanti bisa di-download para penyuluh agama. Materi itu tinggal disampaikan ke catin," ungkapnya.

"Kemudian, kami membuka help desk juga, tempat untuk bertanya. Kami buka secara daring, ya, melalui aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nilah dan Hamil), itu bisa diakses," pungkas Hasto. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved