Berita Kriminal

Akhir Petualangan Pak Polisi di Tulungagung yang terlibat Peredaran Narkoba, Berujung Bui 4 Tahun

Vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar menjadi akhir kisah polisi di Tulungagung yang terlibat dalam kasus peredaran sabu-sabu.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Udi Cahyono, anggota Polres Tulungagung yang terlibat peredaran sabu-sabu saat sidang putusan di Pengadilan negeri (PN) Tulungagung, Selasa (2911/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, TULUNGAGUNG - Vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar menjadi akhir kisah polisi di Tulungagung yang terlibat dalam kasus peredaran sabu-sabu.

Udi Cahyono yang sebelumnya bertugas sebagai anggota Satlantas Polsek Ngunut tersebut hanya bisa pasrah atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tulungagung yang dibacarkan pada Selasa (29/11/2022) siang tersebut.

"Menyatakan terdakwa Udi Cahyono bin Soetamsir terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman," ujar Ali Sobirin membacakan amar putusan seperti yang dikutip dari Surya.co.id.

Dalam putusannya, majelis hakim sejumlah pertimbangan yang memberatkan dan meringankan terdakwa.

Di antaranya perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Selain itu, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

Sedangkan pertimbangan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Terdakwa sangat menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi, terdakwa adalah tulang punggung keluarga serta terdakwa sudah mengabdi sebagai polisi selama 30 tahun.

Udi dan penasehat hukumnya pun menerima vonis 4 tahun penjara tersebut.

Namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) memilih untuk pikir-pikir terlebih dahulu atas vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa.

Baca juga: Jenis Racun yang Digunakan Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang, Polisi: Kadarnya Sangat Mematikan

Baca juga: Ferdy Sambo Kembali Buka Suara Soal Kasus Tambang Ilegal, Ini Pernyataan Terbarunya

Sebab, vonis yang dijatuhkan kepada Udi Cahyono tersebut lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan yakni 5 tahun penjara.

Menurut Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Agung Tri Radityo, putusan hakim menegaskan jika terdakwa terbukti melanggar pasal 112 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Selain pidana penjara selama 4 tahun, ada pidana tambahan berupa denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan," terang Agung.

Terungkapnya kasus ini bermula dari penangkapan Cheries Pranata alias Kris pada 23 Agustus 2022 lalu.

Dari penangkapan warga Kelurahan Jepun ini, menyeret Aiptu Udi Cahyono, anggota Unit Lantas Polsek Ngunut.

Dalam persidangan terungkap, Kris dua kali menyuruh Udi membeli sabu-sabu.

Pertama sebesar Rp 400.000 dan kedua sebesar Rp 1.400.000.

Hasil tes urine menunjukkan Udi positif mengonsumsi sabu-sabu.

Keduanya disidangkan dengan dua berkas yang terpisah. (*)

 

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved