Berita Wonosobo

Kabar Gembira, Warga Perantau Bisa Ikut Membangun dan Majukan Wonosobo Lewat Platform Sobo Aksi

Sobo Aksi adalah sebuah platform yang memungkinkan adanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk memajukan daerah.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ARDHIKE INDAH
Kepala Diskominfo Wonosobo Fahmi Hidayat dan jajaran Diskominfo Wonosobo ketika berselfie bersama Tribunjogja.com, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menciptakan Sobo Aksi, sebuah platform yang memungkinkan adanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk memajukan daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat SIP MPP menjelaskan, Sobo Aksi adalah sebuah aplikasi yang berfungsi untuk meminta dukungan berbagai pihak atas suatu aksi.

“Istilahnya kayak crowdfunding. Itu ada fitur donasi dan berbagi, bisa digunakan sebagai platform amal warga,” terangnya kepada Tribunjogja.com di Kantor Diskominfo Kabupaten Wonosobo, Kamis (24/11/2022) .

Fahmi menjelaskan, penciptaan Sobo Aksi tak terlepas dari keinginan untuk tak menjadikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebagai pendanaan utama pembangunan di kabupaten penghasil makanan khas Carica itu.

“Konsepnya tak ngeribetin APBD. Siapapun bisa berdonasi, baik Diaspora Wonosobo atau warga yang ada di sini,” tutur dia.

Fahmi mencontohkan, Wonosobo membutuhkan lebih banyak jalan untuk memenuhi 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Satu di antara yang menjadi fokus pemerintah kini, adalah sanitasi dengan mengampanyaken stop buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

Dengan adanya Sobo Aksi, kata dia, memungkinkan pembangunan rumah lengkap toilet yang memadai di dalam rumah.

“Dana itu bisa digunakan untuk bedah rumah, promosi isu ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan. APBD mungkin tidak bisa mengkaver semua isu, jadi Sobo Aksi ini bisa menjadi penopang pembangunan di kabupaten,” terangnya.

Nantinya, dana yang ada di Sobo Aksi tidak akan masuk ke kas daerah, agar tidak tercampur dan memiliki konsep transparansi tersendiri untuk para penyumbang.

“Yang mengelola nanti ada Yayasan Diaspora Wonosobo yang ada dewan penyantun, ada elemen masyarakat, dari pemkab juga ada. Ada program kurasi, tidak semua isu kemudian bisa ada crowdfundingnya. Pokoknya hanya berhubungan hajat hidup orang banyak,” ungkap Fahmi.

Yayasan ini, dijelaskannya, menjadi wadah pemersatu perantau Wonosobo untuk saling berinteraksi, saling asah, asih, asuh dan saling melindungi, guna memperkuat persatuan, menjembatani antara kepedulian dengan peluang dan berperan secara kolaboratif dalam memajukan Wonosobo.

Saat ini, platform Sobo Aksi masih berada di tahap pengembangan. Ia berharap, tahun depan, platform itu sudah bisa diluncurkan dan memberikan manfaat terhadap pembangunan Kabupaten Wonosobo.

Sebelumnya, pada September lalu, mengutip laman resmi Kabupaten Wonosobo, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengapresiasi pembuatan platform Sobo Aksi tersebut.

Menurut Afif, APBD yang dimiliki Pemkab Wonosobo terbatas dan itu menjadi kendala utama untuk pembangunan yang mampu mengentaskan kemiskinan di daerah tersebut.

Maka, dalam upaya mewujudkan percepatan pembangunan Wonosobo, menurutnya, perlu adanya kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, tidak terkecuali warga Wonosobo yang ada di perantauan. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved