Berita Internasional

Joget dan Goyangkan Pinggul di Atas Kuil Kuno Suku Maya, Seorang Turis Wanita Dilempari Air

Saat penjaga kuil mengawal turis wanita itu turun dari puncak, pengunjung yang marah langsung melemparkan air ke arahnya.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
THOMAS CALDER/FACEBOOK via MIRROR
Tangkap layar massa yang marah melempari seorang turis wanita dengan air dan memakinya setelah dia menaiki tangga dan joget-joget setelah mencapai puncak kuil piramida Maya kuno di semenanjung Yucatan Meksiko. 

TRIBUNJOGJA.COM, MEXICO CITY - Seorang turis wanita yang mengunjungi kuil piramida Maya kuno di semenanjung Yucatan Meksiko jadi bulan-bulanan massa setelah melakukan aksi tak terpuji di puncaknya.

Turis wanita tersebut dilempari air dan dimaki-maki setelah berjoget-joget di puncak kuil.

Tak hanya dipicu oleh aksi joget-joget saja, turis wanita tersebut juga menggerakan pinggulnya dan melambaikan tangan saat mencapai puncak.

Turis itu pun menjadi sasaran umpatan para pengunjung lainnya dengan menyebutnya bodoh dan kurang ajar.

Saat penjaga kuil mengawal turis wanita itu turun dari puncak, pengunjung yang marah langsung melemparkan air ke arahnya.

Massa juga mendorong dan menjambak rambut turis wanita tersebut seperti yang diberitakan oleh Mirror pada Rabu (23/11/2022).

Kuil Kukulcan merupakan situs arkeologi Chichen Itza yang terkenal di dunia, bekas kota Maya di semenanjung Yucatan Meksiko.

Kuil di Chichen Itza tersebut dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia UNESCO pada 2007.

Sebagai bagian dari upaya konservasi, pengunjung sudah dilarang mendaki situs tersebut sejak 2008.

El Pais melaporkan pernyataan dari Institut Antropologi dan Sejarah Nasional (INAH) yang mengatakan monumen kuno itu tidak rusak akibat aksi turis itu.

Baca juga: Ratusan Warga Geruduk Kantor Bupati Purworejo, Desak Dana Bantuan RTLH 2022 Segera Cair

Menginjak-injak kuil Piramida Maya Kuno dilaporkan dapat dikenai hukuman dengan denda antara 1.500 poundsterling (Rp 28 juta) dan 7.500 poundsterling (Rp 142 juta), tergantung pada kerusakan yang ditimbulkan.

Situs bersejarah tersebut dibangun antara abad kedelapan dan ke-12 dan berfungsi sebagai kuil dewa Kukulcan.

Menurut catatan INAH, Chichen Itza adalah situs arkeologi yang paling banyak dikunjungi di negara itu dari Januari hingga September, dengan lebih dari dua juta wisatawan. (*)

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved