BEI Yogyakarta Tingkatkan Edukasi Pasar Modal Melalui Sekolah Pasar Modal

Masyarakat akan mendapat program edukasi terkait tata cara yang benar dalam berinvestasi sehingga menekan risiko gagal di pasar modal

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
dok.ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bursa Efek Indonesia memberikan edukasi pasar modal kepada masyarakat melalui Sekolah Pasar Modal (SPM). 

Ada beberapa jenis Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan, yaitu Sekolah Pasar Modal Reguler yang dibagi menjadi SPM Rutin dan SPM Syariah, kemudian Sekolah Pasar Modal Online, dan Sekolah Pasar Modal Institusi dan Komunitas. 

Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, mengatakan semua masyarakat Yogyakarta boleh menjadi peserta SPM.

Menurut dia, antusiasme masyarakat DIY, khususnya calon investor sangat tinggi.

Sejak Januari-November 2022, pihaknya telah menggelar 144 SPM dengan total jumlah peserta 10.923. 

"Sekolah Pasar Modal ini memang salah satu program edukasi bagi masyarakat yang kami selenggarakan secara berkala. Tentu ini sangat bermanfaat bagi calon investor juga. Dan antusiasme masyarakat DIY, khususnya calon investor sangat tinggi," katanya, Minggu (27/11/2022). 

Ia mengungkapkan banyak manfaat yang didapatkan masyarakat, khususnya calon investor dan investor baru.

Pasalnya, masyarakat akan mendapat program edukasi terkait tata cara yang benar dalam berinvestasi sehingga menekan risiko gagal di pasar modal.

Di sisi lain masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai kemudahan dalam berinvestasi di Pasar Modal Indonesia.

"Dengan mengikuti SPM, masyarakat akan diberikan pemahaman mengenai dunia pasar modal secara detail, baik keuntungan maupun resikonya. Sekaligus mendapat fasilitas untuk bisa berinvestasi di pasar modal dengan baik,"ungkapnya. 

Irfan menambahkan program SPM berpengaruh positif bagi pasar modal di DIY.

Pihaknya mencatat pertumbuhan yang cukup menggembirakan dari jumlah investor di DIY.

Per Oktober ada sebanyak 142.923 investor. Jika dibandingkan dengan Oktober 2021 yang hanya 105.146 investor, jumlah investor mengalami kenaikan sebesar 35,93 persen.

"Sekolah Pasar Modal (SPM) ini adalah salah satu program edukasi kami untuk meningkatkan literasi sekaligus inklusi pasar modal di DIY. Pasar modal di DIY mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan salah satunya kami lakukan dengan memperbanyak program SPM melalui jaringan-jaringan distribusi edukasi kami,"imbuhnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved