Berita Jogja Hari Ini

Jendela Sibakul Hadir di Eks Hotel Mutiara, Etalase UMKM Berkualitas Tinggi di DIY

Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) kembali membuka gerai Jendela Sibakul.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ardhike Indah
Pengunjung melihat-lihat produk UKM yang ditampilkan di Jendela Sibakul di Eks Hotel Mutiara 1, Jalan Malioboro, Sabtu (26/11/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) kembali membuka gerai Jendela Sibakul.

Kali ini, gerai yang menjadi etalase Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di DIY itu juga ada di eks Hotel Mutiara 1, di Jalan Malioboro.

Di Jendela Sibakul, pengunjung Malioboro tidak hanya disuguhkan dengan produk-produk khas Yogyakarta saja, tetapi juga karya yang premium.

Baca juga: Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Resmi Dibuka, Hadirkan 137 Film dari 19 Negara Asia Pasifik

Maka, bisa dipastikan, siapapun yang membeli buah tangan di Jendela Sibakul, pasti akan mendapatkan produk yang khas, unik dan berkualitas tinggi.

“Ini adalah bukti nyata Pemda DIY untuk memberikan fasilitas kepada UMKM yang ada. Kami menjadi fasilitator dan ini didanai oleh Dana Keistimewaan (danais),” ujar Kepala Diskop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi kepada Tribun Jogja di sela-sela peluncuran, Sabtu (26/11/2022).

Diketahui, Jendela Sibakul di Eks Hotel Mutiara 1 menghadirkan produk premium dari 131 UKM yang terbagi menjadi 36 UKM produk fesyen, 48 UKM produk kerajinan dan 47 UKM produk food dan beverages.

Dari jumlah itu, produk yang ditampilkan ada 1094 item, terdiri dari 351 item fesyen, 525 item kerajinan dan 218 produk makanan dan minuman.

“Mereka kita kurasi. Sehingga di sini benar-benar premium. Jadi, kalau ditanya, apakah UMKM bisa masuk di Jendela Sibakul? Jawabannya, bisa. Asal mereka lolos kurasi,” bebernya.

“Dari sini terlihat, banyak pelaku usaha di DIY yang punya kreativitas tinggi, daya juangnya luar biasa. Mereka tetap berkarya sesuai dengan kebutuhan pasar meski sempat ada pandemi Covid-19,” lanjut Siwi.

Menurut Siwi, karya siapapun punya kesempatan untuk terpampang di etalase Jendela Sibakul. Syaratnya, mereka harus berbenah.

“Kami juga mendampingi. Kami bantu siapkan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), kemampuan, tata kelola keuangan, kualitas produk, pemetaan pasar hingga legalitasnya,” ucapnya.

Dikatakannya, Jendela Sibakul siap untuk melakukan ekspansi agar UMKM yang sudah berbenah juga mendapatkan tempat untuk memamerkan karya-karyanya.

Salah satu rencana yang sedang disiapkan, kata Siwi, adalah menata Jendela Sibakul di Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved