Peringati Hari Anak Universal, Pemkab Klaten Canangkan 13 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya mengatakan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas kehidupan anak.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mencanangkan 13 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) saat memperingati Hari Anak Universal (HAU) dan Hari Disabilitas Internasional (HDI).

Kegiatan itu dilaksanakan di Gedung Pertemuan RSPD Klaten, Kamis (24/11/2022).

Pencanangan 13 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) itu dilakukan dengan penandatanganan komitmen oleh perwakilan masing-masing desa.

Adapu  13 desa yang dicanangkan yakni, Desa Balak Kecamatan Cawas, Desa Kranggan, Janti dan Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo.

Kemudian, Desa Soka, Karangtalun dan Desa Munggung Kecamatan Karangdowo. Desa Sorogaten Kecamatan Tulung, Desa Kalikotes Kecamatan Kalikotes.

Selanjutnya, Desa Sengon Kecamatan Prambanan, Desa Kajoran, Desa Tegalyoso dan Desa Danguran yang masuk wilayah Kecamatan Klaten Selatan.

Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya mengatakan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas kehidupan anak.

Sehingga seluruh komponen bangsa harus melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak anak.

"Peringatan Hari Anak Universal memberi inspirasi untuk mengadvokasi, mempromosikan dan merayakan hak-hak anak," ucapnya.

Ia juga berpesan kepada anak-anak generasi bangsa agar terus semangat belajar, rajin beribadah, hidup rukun bersama dengan teman-teman semuanya, serta senantiasa hormat dan taat kepada orang tua dan guru.

"Teruslah berprestasi dan berkreasi, agar kalian menjadi generasi unggul di masa depan. Dan untuk anak-anakku disabilitas kalian sungguh luar biasa, hebat, terus semangat," tambahnya.

Sementara, Kepala Dissos P3APPKB, Much Nasir menyampaikan tujuan acara tersebut sebagai bentuk hormat serta perlindungan dan keamanan anak sebagai generasi penerus bangsa.

"Tentunya kita harus memiliki bekal bagian kecerdasan, keterampilan jiwa dan semangat kebangsaan serta sehat jasmani dan rohani, mendorong terwujudnya kabupaten layak anak, serta menurunkan Kekerasan terhadap anak," paparnya.

Ia menambahkan, adapun rangkaian peringatan HAU dan HDI tingkat Kabupaten Klaten berupa kampanye anti kekerasan perempuan dan anak di Car Free Day (CFD) pada 27 November 2022.

Kemudian, Pencanangan 13 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Pencanangan program layanan untuk perlindungan perempuan dan kekerasan terhadap anak berbasis online.

"Hingga sosialisasi-sosialisasi peran forum anak sebagai pelopor dalam pengembangan pusat kreatifitas anak," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved